Kebocoran PAD Jadi Sorotan, Bupati Lombok Timur Dorong Seluruh Transaksi Beralih ke Digital

- Editor

Tuesday, 6 October 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Lombok Timur H. Haerul Wariain, bersama jajaran saat membuka High Level Meeting TP2DD di ruang Rupatama Kantor Bupati

Foto: Bupati Lombok Timur H. Haerul Wariain, bersama jajaran saat membuka High Level Meeting TP2DD di ruang Rupatama Kantor Bupati

LOMBOK TIMUR — Digitalisasi dibuat untuk menutup celah, bukan sekadar mempercantik laporan; sebab angka yang tampak rapi belum tentu mencerminkan amanah yang benar benar terjaga.

Pesan itu menjadi garis besar perhatian Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat meminta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bekerja lebih keras untuk meningkatkan kinerja digitalisasi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat membuka High Level Meeting TP2DD Kabupaten Lombok Timur di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (6/10/2026). Ia menilai predikat cukup baik yang diraih TP2DD Lombok Timur pada 2025 harus menjadi pijakan untuk meningkatkan capaian, bukan alasan untuk berpuas diri.

Menurut Haerul Warisin, daerah lain terus berbenah sehingga Lombok Timur harus mampu bergerak lebih cepat dalam memperluas transaksi pemerintahan berbasis digital. “Kami meminta TP2DD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan memastikan seluruh titik penerimaan memiliki kanal pembayaran digital yang mudah diakses masyarakat,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersempit celah kebocoran penerimaan daerah. Selain menyediakan kanal pembayaran, setiap transaksi juga harus tercatat secara lengkap sehingga proses rekonsiliasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan akurat.

Baca Juga :  Baznas Lombok Timur Perkuat Kepedulian Sosial melalui Bantuan Kesehatan

“Elektronifikasi bukan hanya untuk mengubah cara membayar, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” tegasnya.

Data transaksi digital kata Bupati, harus dimanfaatkan lebih jauh untuk membaca tingkat kepatuhan wajib pajak, mengidentifikasi potensi penerimaan yang belum tergarap, mengurangi kebocoran, serta mempercepat proses pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Di hadapan pimpinan OPD, pria yang akrab disapa Tuan Iron tersebut mengakui masih terdapat kendala berupa keterbatasan jaringan dan tingkat literasi digital masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan sinergi, baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat maupun meningkatkan kualitas jaringan serta layanan digital yang terukur.

Bupati juga mengingatkan TP2DD agar tidak menjadikan indeks sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, digitalisasi harus diarahkan untuk membangun ekosistem yang matang, terintegrasi, transparan, dan mampu mempercepat rekonsiliasi penerimaan daerah.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Ignatius Adhi Nugroho menyampaikan penilaian serupa. Ia menyebut Lombok Timur menjadi daerah dengan capaian indeks terbaik di Nusa Tenggara Barat dengan skor 98,5 persen.

Baca Juga :  Panen Raya Jagung di Pringgabaya, Sinyal Kuat Kebangkitan Pangan dari Lotim

Menurut Ignatius, angka tersebut menunjukkan performa digitalisasi Lombok Timur yang kuat dan stabil. Namun, masih terdapat ruang perbaikan karena realisasi implementasinya berada pada kisaran 85 persen.

Pada kesempatan itu, ia merekomendasikan penguatan pengelolaan berbasis data melalui pemantauan capaian transaksi berdasarkan kanal pembayaran, OPD, dan jenis penerimaan. Optimalisasi layanan pajak dan retribusi daerah juga dinilai perlu dibarengi dengan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.

Selain itu, OPD bersama Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) diminta memastikan informasi mengenai kanal pembayaran digital mudah ditemukan, baik pada loket pelayanan, media sosial, maupun berbagai kanal informasi resmi pemerintah.

Pertemuan yang turut dihadiri akademisi dan praktisi bidang keuangan tersebut menjadi ruang untuk memetakan berbagai kendala sekaligus merumuskan alternatif penyelesaian dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah di Bumi Patuh Karya.

Berita Terkait

Kini Pasien Tidak Perlu Lama Menunggu Obat, RSUD dr. Raden Soedjono Selong Kini Memiliki Depo Farmasi Baru
Baznas Lombok Timur Perkuat Kepedulian Sosial melalui Bantuan Kesehatan
127 Gerai KDKMP Lombok Timur Tertunda karena Persoalan Lahan, Pemda Dorong Desa Manfaatkan Lahan Pemerintah
Ditengah Derasnya Media Sosial, FWMO Lotim Serukan Jurnalisme Profesional
Di Balik Khidmat Maulid Nabi, Bantuan Baznas Lotim mengurai Senyum Anak Yatim
IWAPI Lombok Timur Resmi Dikukuhkan, Bupati Titip Tiga Amanah: Usaha, Lapangan Kerja, dan Pemberdayaan
Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Hubbul Wathan Kalijaga Baru, Ini Pesan Bupati Iron
Indahnya Kebersamaan, Hari Jadi ke-131 Lombok Timur Bupati dan Wakil Bupati Duduk bersama TGB
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 14:43 WIB

Kebocoran PAD Jadi Sorotan, Bupati Lombok Timur Dorong Seluruh Transaksi Beralih ke Digital

Monday, 14 September 2026 - 12:40 WIB

Baznas Lombok Timur Perkuat Kepedulian Sosial melalui Bantuan Kesehatan

Tuesday, 8 September 2026 - 13:26 WIB

127 Gerai KDKMP Lombok Timur Tertunda karena Persoalan Lahan, Pemda Dorong Desa Manfaatkan Lahan Pemerintah

Tuesday, 8 September 2026 - 12:19 WIB

Ditengah Derasnya Media Sosial, FWMO Lotim Serukan Jurnalisme Profesional

Monday, 7 September 2026 - 18:15 WIB

Di Balik Khidmat Maulid Nabi, Bantuan Baznas Lotim mengurai Senyum Anak Yatim

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page