Saat Langit Belum Menurunkan Hujan, Lombok Timur Bersujud dan Bermuhasabah

- Editor

Thursday, 8 October 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati bersama jajaran Forkopimda dan seluruh karyawan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqa di pelataran Kantor Bupati Lombok Timur.

Foto: Bupati bersama jajaran Forkopimda dan seluruh karyawan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqa di pelataran Kantor Bupati Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR — Ketika langit belum menurunkan hujan, manusia belajar bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kesombongan, melainkan pada ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kalimat bijak tersebut adalah gambaran ikhtiar bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan dan keterbatasan air. Bupati bersama Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran karyawan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqa (Shalat meminta hujan) di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10/2026).

Usai shalat Istisqa, Bupati Haerul Warisin dalam pidatonya mengatakan, salat Istisqa merupakan bentuk ketundukan manusia sekaligus ikhtiar spiritual saat dilanda kekeringan.

“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan. Kita mengakui kelemahan di hadapan Allah SWT,” kata orang nomer satu di Lombok Timur itu.

Menurutnya, hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan bagian dari rahmat Allah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, kondisi kekeringan semestinya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi atau muhasabah.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, mempererat hubungan antarsesama, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur NTB Perpanjang Durasi Race MotoGP di Sirkuit Mandalika, Ini Alasannya

“Ketika hujan belum turun, mari kita bermuhasabah, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, dengan Allah, dan dengan alam,” ujarnya.

Ia mengaitkan ajakan tersebut dengan kandungan Al-Qur’an surah Nuh ayat 10–11 tentang anjuran memohon ampun kepada Allah agar mendapatkan ampunan dan hujan yang lebat.

Menurutnya, kesabaran, istighfar, dan doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata dalam menghadapi kekeringan. “Hari ini kita memohon dengan hati yang bersih dan penuh ketundukan agar Allah menurunkan hujan sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkapnya.

Persoalan air kata Bupati, berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ketersediaan air sangat menentukan keberlangsungan aktivitas warga, terutama para petani yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kata dia, akan terus mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan air.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memandang kekeringan hanya sebagai persoalan kurangnya curah hujan. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan ketersediaan sumber air.

Baca Juga :  Indahnya Kebersamaan, Bupati Lotim Apresiasi Capaian Kinerja Bapenda Sembari Makan Bersama

Selain itu, ia menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan dan sumber mata air, serta menggunakan air secara bijaksana. Karena, menjaga alam adalah bagian dari amanah.

Ia berharap salat Istisqa tidak berhenti pada permohonan turunnya hujan. Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi titik balik untuk memperbaiki perilaku, memperbanyak sedekah, saling membantu, dan meninggalkan perbuatan yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah.

Pesan serupa disampaikan TGH. Khusyairi dalam khutbahnya. Ia mengajak jamaah menghadapi musibah dengan kesabaran, memperbanyak istighfar, dan melakukan introspeksi atas berbagai kekurangan dalam kehidupan.

“Perbanyak istighfar dan bermuhasabahlah ketika menghadapi musibah, perbanyak meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan dan keterbatasan air di Lombok Timur,” ujar TGH Khusyairi.

Pada hakikatnya, air adalah sumber kehidupan, dan menjaga kehidupan merupakan amanah. Ketika manusia merawat bumi dengan penuh tanggung jawab, doa dan ikhtiar menemukan jalannya menuju rahmat sang Ilahi.

Berita Terkait

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas
Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral
Menjaga Asa Pahlawan Devisa, Disnakertrans Lotim Perkuat Layanan Pengaduan
Pimpin Hari Santri di Lombok Timur, Wabup Edwin: Dari Bumi Patuh Karya Menyongsong Indonesia Emas
Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan
Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Bupati Iron Lantik Pejabat Baru, Parihin Jadi Inspektur dan Husnul Basri Kadis Dukcapil
Lantik Pejabat Baru, Bupati Lotim Sentil Carut Marut Pelayanan BPJS Kesehatan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 16:32 WIB

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas

Friday, 23 October 2026 - 19:48 WIB

Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral

Thursday, 22 October 2026 - 18:41 WIB

Menjaga Asa Pahlawan Devisa, Disnakertrans Lotim Perkuat Layanan Pengaduan

Wednesday, 21 October 2026 - 22:26 WIB

Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan

Tuesday, 20 October 2026 - 16:13 WIB

Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page