LOMBOK TIMUR – Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan budaya literasi dan akses informasi di tengah masyarakat, Perpustakaan berperan penting dalam penyebaran informasi yang valid. Sehingga, sangat layak Perpustakaan dijadikan destinasi wisata edukatif yang menarik minat masyarakat, serta menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas.
Pidato tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur (Lotim) Drs. H.Haerul Warisin. M.Si, saat meresmikan Gedung Baru Perpustakaan Lotim, (22/5/2025).
Menurutnya, buku dan arsip menyimpan kebenaran yang lebih dapat dipercaya daripada internet. Sehingga, ia mengajak seluruh jajaran tenaga pengajar seluruh civitas akademika baik rektor, dosen, maupun guru untuk mendorong mahasiswa dan pelajar agar bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar utama.
Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, (Arpusda) Lotim, Dr.Mugni.M.Pd, mengatakan, gedung baru Arpusda di bangun dikarenakan keterbatasan ruang dari gedung lama. Sehingga, Pemda Lotim mengajukan proposal pembangunan gedung baru pada Pemerintah Pusat yang disetujui pada tahun 2023 dan direalisasikan pada 2024 dengan anggaran sebesar Rp 9,7 miliar dari DAK Fisik Perpustakaan Nasional.
Dijelaskan Mugni, gedung baru ini dilengkapi dengan 46 ribu eksemplar dan 23 ribu judul buku dengan pelayanan 6 hari kerja.
Lebih jauh disampaikan mantan Kepala BKPSDM itu adalah, pelayanan gedung baru Arpusda dengan sistem Mapustaki (Masuk Perpustakaan Tanpa Alas Kaki), sebuah pendekatan kultural dan edukatif yang bertujuan menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan penuh penghormatan terhadap ruang ilmu.
“Program ini adalah simbol kedekatan masyarakat dengan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan ramah,” tuturnya.
Hadir pada kesempatan itu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan se-NTB, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Lombok Timur, Rektor perguruan tinggi se-Lotim, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta pegiat literasi dan Komunitas Perpustakaan dan para tamu undangan.
Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Lombok Timur sebagai tanda dimulainya operasional gedung perpustakaan baru yang akan menjadi ikon literasi untuk masyarakat Bumi Patuh Karya.






