Bupati Lombok Timur Tekankan Akurasi Data pada Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

- Editor

Friday, 29 May 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati, Sekda dan Kepala BPS NTB bersama sejumlah kepala OPD, saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Selong

Foto: Bupati, Sekda dan Kepala BPS NTB bersama sejumlah kepala OPD, saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Selong

LOMBOK TIMUR — Petugas pendataan dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki tanggungjawab dan peran penting dalam menghadirkan data, yang nantinya akan menjadi dasar arah pembangunan pemerintah pada masa mendatang.

Penjelasan itu disampaikan, Bupati Lombok Timur, H.Haerul Warisin, saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Kantor Bupati Lotim, Jumat (29/5/2026).

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjalankan tugas secara teliti, objektif, dan penuh tanggung jawab demi menghasilkan data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kualitas pembangunan daerah maupun nasional sangat bergantung pada ketepatan data yang dihimpun di lapangan. Karena itu, para petugas diminta tidak sekadar melakukan pencatatan administratif, melainkan juga memastikan kondisi riil masyarakat dan pelaku usaha benar-benar sesuai dengan fakta yang ditemukan.

Bupati juga menekankan pentingnya proses pendataan dilakukan secara langsung di lapangan tanpa melibatkan pihak ketiga. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk kehati hatian untuk menjaga akurasi sekaligus memperkuat proses verifikasi data yang dikumpulkan.

“Petugas harus turun langsung melakukan pengamatan agar data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tegas Bupati yang akrab disapa Haji Iron tersebut.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, IWAPI dan DWP RSUD Raden Soedjono Selong Gelar Aksi Sosial

Menurutnya, data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) selama ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan. Oleh sebab itu, ketelitian petugas sensus menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas kebijakan publik ke depan.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. H. Wahyudin, M.M., yang menyebut Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis sebagai fondasi perencanaan pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Data yang berkualitas menurut H. Wahyudin, tidak hanya menjadi angka statistik semata, tetapi juga berfungsi sebagai pijakan dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“BPS tetap berkomitmen untuk menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, para petugas sensus diharapkan mampu menyelesaikan seluruh tahapan pendataan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Kepala BPS NTB.

Selain proses pendataan utama, sambungnya, petugas juga akan menghadapi tahapan penanganan data anomali yang dievaluasi setiap pekan. Data tersebut wajib diselesaikan dalam waktu tiga hari agar proses pengolahan informasi tetap berjalan cepat dan efisien.

Baca Juga :  FKKD Lotim Tuntut Pembayaran Siltap, Kepala BPKAD: Keterlambatan Pembayaran Masalah Sistem

“Kami berharap seluruh petugas dapat menuntaskan pendataan tepat waktum, karena setiap tahapan memiliki target penyelesaian yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta diminta memahami seluruh materi yang diberikan instruktur, termasuk metodologi pendataan, standar operasional prosedur (SOP), serta penanganan berbagai persoalan yang berpotensi muncul di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan petugas sensus yang profesional, cermat, dan berintegritas tinggi.

Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Lombok Timur diikuti sebanyak 1.336 peserta. Mereka dibagi ke dalam 34 kelas dan lima gelombang pelatihan. Kegiatan tersebut melibatkan 17 instruktur daerah dan dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juni mendatang.

Melalui pelatihan itu, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia yang andal dan memahami seluruh konsep pendataan secara menyeluruh. Sehingga, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pembangunan daerah maupun nasional.

Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para instruktur daerah yang akan mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.

Berita Terkait

Pj Kades Jantuk Paparkan Kronologi Polemik Tanah Wakaf, Tegaskan Rencana Pembukaan Jalan Telah Dibatalkan
Harlah ke-39 Al Ijtihad Al Mahsuni, Bupati Iron dan Gubernur NTB sebut Pesantren Aset Masa Depan
Wabup Lombok Timur: Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Menguatkan Budaya Literasi Sejak Dini
Merawat Tradisi Menguatkan Persaudaraan, Wabup Lotim Buka Alunan Budaya Pringgasela 2026
Terima Audiensi SMSI NTB, Gubernur NTB Komitmen Sukseskan UKW 2026
Bupati Lombok Timur Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pemimpin Baru dengan penuh Optimis
Perkuat Layanan Kanker, RSUD dr. Raden Soedjono Selong Resmikan Pemeriksaan Mamografi
Santunan Kapolda NTB dan Bupati di Baznas Lombok Timur Perkuat Sinergi Peduli Sesama
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 17:23 WIB

Pj Kades Jantuk Paparkan Kronologi Polemik Tanah Wakaf, Tegaskan Rencana Pembukaan Jalan Telah Dibatalkan

Saturday, 25 July 2026 - 18:58 WIB

Harlah ke-39 Al Ijtihad Al Mahsuni, Bupati Iron dan Gubernur NTB sebut Pesantren Aset Masa Depan

Thursday, 23 July 2026 - 16:06 WIB

Wabup Lombok Timur: Jadikan Hari Anak Nasional Momentum Menguatkan Budaya Literasi Sejak Dini

Sunday, 19 July 2026 - 13:13 WIB

Merawat Tradisi Menguatkan Persaudaraan, Wabup Lotim Buka Alunan Budaya Pringgasela 2026

Wednesday, 15 July 2026 - 22:17 WIB

Terima Audiensi SMSI NTB, Gubernur NTB Komitmen Sukseskan UKW 2026

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page