Ditengah Derasnya Media Sosial, FWMO Lotim Serukan Jurnalisme Profesional

- Editor

Tuesday, 8 September 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR — Ditengah derasnya informasi, kebenaran tidak boleh menjadi korban dari kecepatan. Kalimat itu menjadi pengingat bahwa ketika dunia jurnalistik memasuki era serba digital, saat sebuah informasi dapat berlari lebih cepat daripada proses untuk memastikan apakah informasi tersebut benar atau sekadar kabar yang kebetulan ramai.

Perubahan teknologi digital telah menggeser wajah jurnalistik secara signifikan. Informasi kini bergerak lintas platform hanya dalam hitungan detik, sementara masyarakat dapat mengakses berita melalui telepon genggam kapan saja. Dalam situasi seperti itu, wartawan tidak lagi cukup hanya piawai menulis, tetapi dituntut mampu beradaptasi, berinovasi, sekaligus menjaga marwah profesinya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Diskusi Jurnalistik bertajuk “Pers Maju, Lotim Smart” yang digelar Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur di Selong, Selasa, (8/9/2026).

Pada kesempatan itu, Dewan Pembina FWMO Lombok Timur, Dimyati, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dijawab dengan peningkatan kualitas jurnalistik, bukan dengan mengorbankan prinsip dasar pemberitaan.

Menurut Dimyati, persaingan media pada era digital merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Wartawan harus meninggalkan pola kerja yang monoton dan terus mengembangkan kreativitas agar berita tetap menarik, cepat, mudah diakses, oleh masyarakat. Namun, inovasi tersebut tetap harus berjalan di dalam koridor profesionalisme dan etika jurnalistik.

Disinilah persoalannya menjadi menarik. Kecepatan memang penting, tetapi berita bukan perlombaan lari yang pemenangnya ditentukan oleh siapa yang paling dahulu menekan tombol “unggah”. Ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar menjadi yang pertama, yakni memastikan informasi yang disampaikan benar, terverifikasi, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Soroti Kejanggalan Dalam Sengketa Lahan Warga, Aliansi Masyarakat Suela Menggugat Geruduk PN Selong

Mantan ketua PWI Lotim tersebut mengingatkan pentingnya Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman bagi wartawan dalam menjalankan tugas. “Kode etik seorang jurnalis harus kita junjung tinggi. Ini menjadi pengingat bagi kita dan seluruh anggota FWMO karena media saat ini kerap disamakan dengan media sosial,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi relevan ketika batas antara produk jurnalistik dan unggahan media sosial semakin tipis di mata sebagian masyarakat. Setiap orang dapat menyampaikan informasi, membuat video, menulis opini, lalu menyebarkannya kepada ribuan orang. Masalahnya, informasi yang cepat beredar belum tentu telah melewati proses konfirmasi dan verifikasi.

Dalam kondisi tersebut, media profesional justru memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Wartawan harus mampu memberikan pembeda melalui proses jurnalistik yang tidak sekadar mengejar jumlah pembaca, tetapi juga memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

Hal senada disampaikan Pembina II FWMO Lombok Timur, Widianto, menurut dia, derasnya arus informasi di media sosial sering kali tidak diikuti proses konfirmasi dan pengujian fakta yang memadai. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat menjadi viral dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Informasi dapat dengan cepat menjadi viral meskipun belum tentu memiliki dasar fakta yang jelas. Tidak sedikit informasi yang beredar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sehingga terjadi debat kusir,” jelasnya.

Fenomena tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi media arus utama. Ketika popularitas sering kali diukur melalui jumlah tayangan, tanda suka, komentar, dan pembagian ulang, godaan untuk mengikuti arus tentu semakin besar. Namun, pers profesional tidak semestinya menjadikan angka angka tersebut sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Baca Juga :  Indahnya Kebersamaan di Bulan Suci, Remaja Masjid Nurul Iman Lungkak Gelar Bakti Sosial dan Buka Puasa Bersama

“Media tidak boleh terbawa arus hanya demi mengejar kecepatan atau popularitas. Media harus tetap mengedepankan konfirmasi, verifikasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik,” ungkap mantan penyiar Selaparang TV tersebut.

Widianto menilai persaingan di era digital seharusnya menjadi pemacu bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Kemajuan digital tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang baru untuk memperkuat kualitas jurnalistik sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Diskusi “Pers Maju, Lotim Smart” pun diharapkan menjadi ruang refleksi bagi insan pers, khususnya anggota FWMO Lombok Timur, untuk memperkuat profesionalisme di tengah perubahan ekosistem media yang berlangsung cepat.

Sebab, ketika semua orang dapat menyebarkan informasi, wartawan profesional harus memiliki alasan yang jelas mengapa masyarakat masih membutuhkan kerja jurnalistik. Jawabannya bukan semata-mata karena wartawan mampu menyampaikan berita lebih cepat, melainkan karena wartawan memiliki tanggung jawab untuk menguji informasi sebelum menyerahkannya kepada publik.

Lebih lanjut kata Widianto, wartawan harus mampu menunjukkan perbedaan tersebut. Menjadi orang pertama yang menyampaikan informasi memang penting, tetapi menjadi pihak yang mampu menghadirkan informasi yang telah diuji, dikonfirmasi, dan dapat dipertanggungjawabkan jauh lebih penting.

Di zaman ketika kabar dapat menjadi viral dalam sekejap, pers harus menjadi tempat publik menemukan kepastian, bukan sekadar tempat menemukan keramaian. Karena itu, kemajuan pers tidak semestinya diukur dari seberapa cepat sebuah berita beredar, tetapi dari seberapa kuat berita tersebut berdiri di atas fakta dan tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Berita Terkait

127 Gerai KDKMP Lombok Timur Tertunda karena Persoalan Lahan, Pemda Dorong Desa Manfaatkan Lahan Pemerintah
Di Balik Khidmat Maulid Nabi, Bantuan Baznas Lotim mengurai Senyum Anak Yatim
IWAPI Lombok Timur Resmi Dikukuhkan, Bupati Titip Tiga Amanah: Usaha, Lapangan Kerja, dan Pemberdayaan
Hadiri Maulid Nabi di Mesjid Hubbul Wathan Kalijaga Baru, Ini Pesan Bupati Iron
Indahnya Kebersamaan, Hari Jadi ke-131 Lombok Timur Bupati dan Wakil Bupati Duduk bersama TGB
Cegah PMI Jadi Korban Penipuan, Kadisnakertrans Lotim Berikan Tips Hindari P3MI Ilegal
Saat Sampah Ingin Diubah Menjadi Berkah, Lombok Timur Sambut Program LSDP
Partai Bulan Bintang Lombok Timur Perkuat Konsolidasi Kader menuju Kebangkitan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 13:26 WIB

127 Gerai KDKMP Lombok Timur Tertunda karena Persoalan Lahan, Pemda Dorong Desa Manfaatkan Lahan Pemerintah

Tuesday, 8 September 2026 - 12:19 WIB

Ditengah Derasnya Media Sosial, FWMO Lotim Serukan Jurnalisme Profesional

Monday, 7 September 2026 - 18:15 WIB

Di Balik Khidmat Maulid Nabi, Bantuan Baznas Lotim mengurai Senyum Anak Yatim

Monday, 7 September 2026 - 17:14 WIB

IWAPI Lombok Timur Resmi Dikukuhkan, Bupati Titip Tiga Amanah: Usaha, Lapangan Kerja, dan Pemberdayaan

Monday, 31 August 2026 - 22:07 WIB

Indahnya Kebersamaan, Hari Jadi ke-131 Lombok Timur Bupati dan Wakil Bupati Duduk bersama TGB

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page