LOMBOK TIMUR — Perempuan yang berdaya bukan hanya mampu membangun usaha untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat membuka pintu kesempatan bagi orang lain; sebab ukuran keberhasilan bukan semata-mata seberapa besar keuntungan yang diraih, melainkan seberapa luas manfaat yang dibagikan.
Kalimat itu seakan menjadi motivasi dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Lombok Timur, periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan pengurus DPC IWAPI tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (7/9/2026).
Pelantikan itu tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan. Di balik susunan nama dan jabatan yang dikukuhkan, terselip harapan agar perempuan pengusaha di Lombok Timur mampu menjadi kekuatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada IWAPI Lombok Timur yang dinilai memiliki karakter sebagai organisasi yang diisi para pengusaha mandiri dan tangguh.
Bahkan, Bupati menyampaikan apresiasi dengan kalimat yang cukup menohok sekaligus bernuansa satire terhadap pola hubungan antara pengusaha dan pemerintah. “IWAPI ini isinya orang-l orang baik, pengusaha mandiri yang tidak pernah merepotkan pemerintah atau meminta-minta proyek,” ujar Haerul Warisin.
Menurutnya, kepengurusan baru membawa amanah besar yang tidak berhenti pada pengembangan bisnis masing-masing anggota. Ada tiga tanggung jawab utama yang perlu dijalankan, yakni membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta memberdayakan masyarakat agar kesejahteraan dapat tumbuh bersama.
Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi bukan sekadar persoalan posisi, melainkan amanah yang menuntut kesungguhan, konsistensi, dan keberanian mengambil peran.
Bupati juga meminta IWAPI Lombok Timur melihat kekayaan sumber daya alam daerah sebagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
“Lombok Timur ini sangat kaya, apa yang tidak ada di daerah lain, di sini semua ada. Karena sumber daya alam kita melimpah, IWAPI harus berpikir bagaimana menyandingkan peluang usaha dengan potensi alam yang ada,” ujar Bupati.
Dorongan tersebut menjadi penting karena kekayaan alam tanpa kreativitas dan pengelolaan yang baik hanya akan menjadi potensi yang terus disebut dalam berbagai forum tanpa pernah benar-benar berubah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Haerul menambahkan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dibangun pemerintah seorang diri. Sehingga, perlu membangun kemitraan yang kuat dengan sektor swasta dan para pelaku usaha.
Selain penguatan usaha konvensional, ia mendorong anggota IWAPI mengikuti perkembangan teknologi melalui digitalisasi bisnis. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperluas pemasaran, memperkuat daya saing, dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Bupati berharap program kerja IWAPI periode 2026–2031 tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
“Keberhasilan sejati IWAPI adalah ketika kehadirannya mampu menghidupi keluarga, membantu tetangga, serta memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Lombok Timur, Ny. Hj. Sri Mahyu Wardhani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran pemangku kepentingan dalam momentum pelantikan tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi selama lima tahun.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan peran strategis perempuan pengusaha di Lombok Timur. Saya yakin, dengan kerja sama dan kekompakan, IWAPI Lombok Timur mampu memberikan kiprah terbaik,” ujarnya.
Sri Mahyu menjelaskan bahwa IWAPI menjadi wadah bagi perempuan pengusaha untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta jejaring usaha. Organisasi tersebut juga terbuka bagi perempuan yang baru hendak memulai langkah di dunia kewirausahaan.
Namun, kesibukan sebagai pelaku usaha tidak boleh membuat anggota IWAPI mengabaikan perannya dalam keluarga. Menurutnya, perempuan tetap memiliki tanggung jawab sebagai ibu sekaligus penopang keluarga.
Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lombok Timur. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian, sehingga diperlukan kemitraan dengan organisasi pengusaha dan berbagai pemangku kepentingan.
IWAPI Lombok Timur, lanjutnya, siap mengambil bagian sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta mendorong perempuan agar semakin berani memasuki dan mengembangkan dunia usaha.
Pelantikan 38 pengurus DPC IWAPI Lombok Timur periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda administratif organisasi. Momentum tersebut menjadi titik awal untuk menerjemahkan amanah kepemimpinan ke dalam program yang nyata, terukur, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lombok Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), BPJS Ketenagakerjaan, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD), serta jajaran pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Lombok Timur.






