MATARAM – Riuh tepuk tangan dan sorak kemenangan menggema di GOR 17 Desember (Stadiun Turide) Kota Mataram, ketika peluit panjang dibunyikan wasit Hendra Supian Hadi, (25|7) Momen itu menandai lahirnya sejarah baru bagi sepak bola Kabupaten Lombok Timur. Untuk pertama kalinya Perselotim berhasil membawa pulang medali emas cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) usai mengalahkan Kota Bima dengan skor 2-0.
Di balik keberhasilan tersebut, perhatian publik tertuju kepada sosok Muhamad Tifatul Adrian (19), pesepak bola muda asal Dusun Mandar, Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Penampilannya sepanjang turnamen menjadi salah satu kekuatan utama Laskar Patuh Karya. Bermain tenang, disiplin, dan memiliki naluri menyerang yang tajam, Adrian mampu mencuri perhatian penonton hingga menjelma menjadi idola baru para pencinta sepak bola.

Nama Adrian sejatinya bukan sosok baru di dunia sepak bola Lombok Timur. Putra pasangan Darmo Jamaludin dan Nurveti itu sebelumnya tampil gemilang pada ajang Piala Soeratin U-17 Tahun 2025 di GOR Lalu Muslihin Selong. Konsistensi penampilannya sebagai gelandang, membuat kepercayaan pelatih terus meningkat. Hingga, dipercaya menjadi bagian penting dalam skuad Lombok Timur pada Porprov XII NTB.
Sejak laga final dimulai, Perselotim langsung mengambil inisiatif menyerang. Permainan agresif yang diperagakan anak anak asuh Laskar Patuh Karya membuahkan hasil pada menit ke-11 setelah Ramasya, dijatuhkan di kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan M. Apriliawan Akbar yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya gagal diantisipasi kiper Kota Bima, Fairus Ramadhan, sehingga membawa Lombok Timur unggul 1-0.
Keunggulan itu membuat permainan Lombok Timur semakin berkembang. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-39, Muhammad Osama melepaskan tendangan bebas akurat ke depan gawang lawan. Muhamad Tifatul Adrian menyambut umpan tersebut melalui sundulan keras yang tidak mampu dibendung penjaga gawang Kota Bima. Gol itu memperbesar keunggulan menjadi 2-0 sekaligus menjadi penutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Kota Bima berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, kokohnya pertahanan Lombok Timur mampu mematahkan setiap peluang yang dibangun lawan. Hingga pertandingan berakhir, skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan medali emas pertama dalam sejarah sepak bola Lombok Timur di ajang Porprov NTB 2026.
Usai pertandingan, suasana haru menyelimuti lapangan. Para pemain saling berpelukan, sementara suporter merayakan keberhasilan yang telah lama dinantikan. Bagi Adrian, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk Perselotim, Askab PSSI Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Desa Labuhan Haji, PSA, seluruh ofisial, coach Haikal Al Amudi yang telah membimbing saya menjadi pemain profesional. Tidak lupa, kedua orang tua, keluarga besar, dan seluruh pencinta sepak bola yang selalu memberikan doa serta dukungan. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi generasi muda Lombok Timur untuk terus berprestasi di dunia sepak bola,” ujar pemain gelandang Perselotim asal pesisir Labuhan Haji, kepada Media Suara Nurani, (29|7).
Sementara, Ketua PSSI Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Yusri, S.KM,.MM, menyebut gelar juara tersebut sebagai tonggak kebangkitan sepak bola daerah. “Alhamdulillah, perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil. Selama ini Lombok Timur bahkan belum pernah menembus babak semifinal Porprov. Tahun ini kita berhasil mencapai final untuk pertama kalinya dan berhasil meraih medali emas. Ini merupakan kemenangan seluruh masyarakat Lombok Timur sekaligus awal kebangkitan sepak bola Gumi Patuh Karya menuju prestasi yang lebih tinggi,” ucap Ketua DPRD Lombok Timur mata berkaca kaca.

Hal senada disampaikan, Manajer Timur, H.Syaiful Bahri, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama beberapa bulan terakhir.
“Seluruh pemain menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang luar biasa. Latihan yang dijalani selama berbulan bulan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Medali emas ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Lombok Timur yang tidak pernah berhenti memberikan doa dan dukungan kepada tim,” ungkapnya.
Keberhasilan menorehkan sejarah di Porprov XII NTB, tidak hanya menjadi pencapaian bagi satu generasi pesepak bola, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan olahraga di Lombok Timur. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan lahirnya bibit bibit muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Gumi Patuh Karya pada kancah sepakbola provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini sebagai bukti bahwa tim sepak bola Lombok Timur tidak bisa dipandang sebelah mata.
Para skuad Perselotim telah menorehkan prestasi gemilang pertama dalam sejarah sepak bola Kabupaten Lombok Timur pada ajang Porprov NTB 2026. Maka, sudah sepantasnya mereka mendapatkan dukungan maksimal dari seluruh pemangku kebijakan, khususnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Sebab, tanpa dukungan yang berkelanjutan, prestasi ibarat api yang perlahan padam karena kehabisan bahan bakar. Bakat akan sulit berkembang tanpa pembinaan, semangat akan memudar tanpa perhatian, dan mimpi besar hanya akan menjadi kenangan tanpa keberpihakan yang nyata. Momentum emas ini harus dijadikan titik awal membangun masa depan generasi muda Lombok Timur, bukan sekadar dirayakan sesaat lalu dilupakan.
Penulis: Media Suara Nurani






