LOMBOK TIMUR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat bersama kroni kroninya. Selain itu, turut terseret oleh lembaga anti rasuah tersebut adalah
Direktur PDAM Giri Menang Kabupaten Lombok Barat.
Selain memeriksa sejumlah saksi, lembaga antirasuah itu juga menelusuri dugaan aliran dana melalui penggeledahan di beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara penangkapan LAZ, Bupati Lombok Barat.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penyidik adalah rumah Faokanuri, yang merupakan kerabat dekat dari pimpinan perusahaan daerah penyedia air bersih di Kabupaten yang memiliki slogan Patuh Patut Pacu tersebut.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari dokumen maupun barang bukti elektronik yang dinilai dapat memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Faokanuri membenarkan bahwa tim penyidik KPK mendatangi kediamannya di lingkungan Bermis, Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu (25/7/2026). Dituturkannya, bahwa dirinya kooperatif dan penggeledahan Aparat Penegak Hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Dituturkan pria yang berprofesi sebagai kontraktor tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sejumlah ruangan, termasuk memeriksa perangkat komputer yang berada di lantai atas rumah.
“Kedatangan penyidik KPK kita sambut baik, sebagaimana pemeriksaan pada umumnya disaksikan oleh kepala lingkungan setempat. Saya pun mempersilahkan penegak hukum untuk memeriksa setiap sudut ruangan, guna mencari dokumen maupun barang bukti elektronik,” beber Faukanuri di kediamannya.
Menurutnya, penyidikan yang digelar oleh penyidik KPK di kediamannya adalah terkait pengembangan tersangka korupsi di Kabupaten Lombok Barat dan tidak ada sangkut pautnya dengan Kabupaten Lombok Timur.
Kepada awak media, dirinya mengaku bahwa kerabatnya diperiksa KPK bersamaan dengan pemeriksaan Bupati Lombok Barat melalui media online.
Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari langkah KPK dalam menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan perkara korupsi tersebut. Penyidik terus mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk melakukan asset tracing atau penelusuran aset untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya harta yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
Selain itu, KPK juga masih memeriksa sejumlah saksi yang dinilai mengetahui konstruksi perkara. Langkah tersebut dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menyeret sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Dirut PDAM Giri Menang.
Proses penyidikan hingga kini masih terus berlangsung. KPK menegaskan akan menelusuri setiap petunjuk yang ditemukan demi mengungkap dugaan aliran dana dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.






