LOMBOK TIMUR — Sebuah video prosesi pemakaman warga Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, menjadi viral di sejumlah media sosial. Dalam video tersebut, warga terlihat mengangkut keranda jenazah menggunakan sampan kecil menyeberangi muara menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Di tempat yang seharusnya diiringi lantunan doa dan langkah tenang para kerabat dan pengantar jenazah. Miris, tangisan duka cita harus ditemani riak air dan bunyi dayung yang mengiring jenazah. Pemandangan ini mengoyak nurani mengundang empati warga.
Menyikapi hal itu, Kepala Desa Seriwe, Hudayana, saat dihubungi awak media pada Rabu, (05/11/2025) membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, bahwa jenazah dalam video itu adalah warganya yang bernama, Fajar (45), Warga Dusun Seriwe Penyonggok yang meninggal dunia baru-baru ini.
Ia pun tidak menyanggah, prosesi pengangkutan jenazah menggunakan sampan karena tidak adanya akses jalan menuju TPU. “Ini sudah lazim dilakukan setiap prosesi pemakaman, dikarenakan penyeberangan melalui muara adalah jalur tercepat hanya menempuh waktu 5 menit telah sampai ke TPU,” ujarnya pada wartawan.

Kondisi tersebut, sambung Hudayana, telah berlangsung sejak lama. Kendati demikian, dirinya bersama jajaran telah melakukan ikhtiar dan menghadap Bupati Lombok Timur H.Haerul Warisin, beberapa waktu lalu, agar segera dibangunkan akses jalan guna mempermudah mobilitas masyarakat. Terutama, anak anak yang hendak ke sekolah.
“Akses jalan dari dusun Penyonggok menuju dusun Seriwe merupakan kebutuhan yang krusial dan akses vital warga kami. Terutama anak anak sekolah, jika air pasang anak anak harus menunggu air surut untuk menyeberang,” ujarnya dengan mata berkaca kaca.
Lebih jauh disampaikan, Pemerintah Desa Seriwe, pernah membuat terobosan dengan membangun jembatan penghubung pada tahun 2022 lalu. Melalui APBDes Perubahan dengan menggelontorkan anggaran sebesar 212 juta rupiah. Meskipun hanya jembatan bambu, karena anggaran seadanya.
Namun, memasuki tahun 2024 jembatan yang menjadi tumpuan dan akses jalan warga satu satunya akhirnya ikut roboh diterpa bencana alam angin puting beliung bersama sejumlah rumah warga juga ikut rusak parah.
“InsyaAllah nanti Pemda Lombok Timur yang bangun,” ucapnya mengutip kalimat Bupati Iron.
Dijelaskan Kades Seriwe, terkait dengan kondisi jembatan yang dibangun dengan kayu dan kondisi arus yang keras, menjadikan jembatan itu amblas. Termasuk bantuan sampan untuk penyeberangan anak anak sekolah yang telah rusak parah. Juga telah disampaikan dan direspon baik orang nomer satu di Lombok Timur.
Ia menyadari, membangun jembatan permanen butuh biaya besar. Tidak akan mungkin bisa dianggarkan lagi melalui APBDes. “Kita sangat berharap Pemda Lombok Timur merealisasikan apa yang menjadi harapan masyarakat desa Seriwe,” pungkasnya.
Meski demikian, masyarakat Seriwe akan tetap berharap jembatan penghubung Dusun Penyonggok dan Seriwe Induk segera terwujud. Karena bagi mereka, jembatan itu bukan hanya mempersatukan dua wilayah. Melainkan wujud kepedulian pemerintah mendengar jeritan dan tangisan rakyatnya.






