Siswi SMK di Lombok Timur Keracunan Usai Makan Bergizi Gratis dari Dapur RA. Kartini Rakam

- Editor

Wednesday, 20 August 2025 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Siswa SMK Karya Adi Husada lotim, korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) 

Foto: Siswa SMK Karya Adi Husada lotim, korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) 

LOMBOK TIMUR – Semenjak diluncurkannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Pemerintah Pusat dari 6 Januari – Juni 2025, tercatat 1376 korban anak keracunan dari dari berbagai daerah se Nusantara akibat program MBG tersebut.

Hal serupa dialami Cici Widia Astuti, satu diantara sejumlah siswa dari SMK Karya Adi Husada, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Provinsi NTB, yang diduga mengalami keracunan usai Makan Bergizi Gratis yang di distribusikan oleh MBG Dapur Ra.Kartini, Rakam di sekolahnya pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Saat dikonfirmasi awak media di Ruang IGD Puskesmas Selong, Cici yang duduk di bangku SMK kelas III membeberkan kronologi kejadian. Dirinya, mengaku mengalami muntah, pusing dan diare usai menyantap menu makanan dari MBG, seperti: ayam goreng, sayur wortel, dan tahu.

Menurutnya, sumber keracunan diduga kuat dari ayam goreng yang beraroma tidak sedap dan aroma yang kurang sedap pula.

Sebelum kejadian kata Cici, dirinya tidak pernah menyantap makanan apapun selain makanan MBG tersebut. Ia pun mengaku tidak memiliki riwayat penyakit apapun. “Setelah saya menyantap makanan dari MBG di hari pertama saya merasa mual dan akhirnya muntah, dan beberapa kali buang air besar dari jam 3 dini hari hingga azan subuh.

Baca Juga :  Pergi Tanpa Pesan Pulang Terbungkus Kain Kafan, Kematian Buruh Migran Asal Lotim Menyayat Hati Mengundang Empati

“Hingga di hari kedua ini, tetap tidak mengalami perubahan. Sehingga, hari ini saya dibawa ke Puskesmas, termasuk beberapa temannya yang lain juga mengalami hal yang sama,” ucapnya, Rabu (20/8/2025).

Hal senada dikatakan tim medis Puskesmas Selong, Mustiadi membenarkan hal itu, dari hasil observasi pasien tersebut mengalami mual, muntah yang disertai diare. Sehingga, dilakukan perawatan intensif pada pasien.

Sementara, ahli gizi MBG, Dapur RA. Kartini Rakam, Arif Rahman Hakim, mengakui adanya sejumlah kendala teknis hingga keterlambatan pendistribusian.

“Saat ini, kami mengelola 3.302 porsi makan untuk siswa dan Posyandu,” beber Arif Rahman Hakim.

Baca Juga :  Kuota BBM Menipis Nelayan Menjerit, SMS Gelar Aksi Bersama Warga

Yang menjadi pertanyaan awak media, lokasi MBG Dapur RA.Kartini dengan SMK Karya Adi Husada hanya berjarak sekitar 25 meter. Namun, dalam pendistribusian ke lokasi pukul 12 siang. Makanan yang harusnya dikonsumsi pagi hari disajikan dengan jeda yang cukup lama. Tentunya, sangat berpengaruh terhadap standar gizi dan kelayakan makanan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maafnya dan akan mengevaluasi dengan lebih seksama terkait pengolahan maupun distribusi makanan.

Foto: SPPG Dapur RA. Kartini, Rakam Lombok Timur

“Dari peristiwa ini, kami akan berkomitmen untuk memperketat pengawasan baik dari sajian maupun kualitas makanan yang akan di distribusikan,” terang Arip pada wartawan.

Dengan maraknya korban keracunan atas program Makan Bergizi Gratis, di sejumlah wilayah se Nusantara. Sudah selayaknya semua elemen masyarakat turut serta memberikan atensi berupa pengawasan, terhadap Standar Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPT) maupun mutu kesehatan serta pendistribusian, Makan Bergizi Gratis, agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali.

Berita Terkait

Pemdes Se-Lombok Timur Waspadalah, Kades dan Bendahara Kotaraja telah menjadi Tersangka
Diperdaya Janji Palsu hingga Gagal Nikah, Perempuan di Lotim Sebar Foto Mesra dan Laporkan Oknum PPPK
APPMBGI DPD I NTB Turun Langsung Meninjau Dugaan Keracunan Massal di Lombok Tengah
Pesona Pesisir Labuhan Haji Kalah oleh Tumpukan Sampah, Pedagang minta DLHK berikan Atensi
Beli Mobil di Facebook Berujung Laporan Polisi, Sanip ungkap Kejanggalan dan Dugaan Penipuan
Ketua DPC PPP Lotim Tegaskan DPRD agar Tidak Masuk ke Ranah Internal Partai Lain
Sinergi Forkopimcam Sukamulia Jembatani Warga dan Perusahaan hingga Berujung Damai
Aktifitas PT Terus Jaya Abadi Dikeluhkan Warga, Asap dan Kebisingan Jadi Sorotan
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 22:47 WIB

Diperdaya Janji Palsu hingga Gagal Nikah, Perempuan di Lotim Sebar Foto Mesra dan Laporkan Oknum PPPK

Friday, 11 September 2026 - 23:53 WIB

APPMBGI DPD I NTB Turun Langsung Meninjau Dugaan Keracunan Massal di Lombok Tengah

Thursday, 3 September 2026 - 23:33 WIB

Pesona Pesisir Labuhan Haji Kalah oleh Tumpukan Sampah, Pedagang minta DLHK berikan Atensi

Wednesday, 2 September 2026 - 19:00 WIB

Beli Mobil di Facebook Berujung Laporan Polisi, Sanip ungkap Kejanggalan dan Dugaan Penipuan

Friday, 28 August 2026 - 22:29 WIB

Ketua DPC PPP Lotim Tegaskan DPRD agar Tidak Masuk ke Ranah Internal Partai Lain

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page