LOMBOK TIMUR – Pengabdian yang tulus pada hakikatnya adalah cerminan rekam jejak yang selalu terukir di mata Ummat. Prinsip sederhana ini menjadi cerminan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memperhatikan nasib para guru swasta yang selama ini menjadi pilar pendidikan di daerah.
Bukan tidak berdasar, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik bukan isapan jempol belaka. Hal itu diwujudkan Pemda Lombok Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) saat menyerahkan data guru swasta kepada BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari kepedulian pemerintah menindaklanjuti program perlindungan jaminan sosial yang berkelanjutan.
Ketua Baznas Lombok Timur, HM. Kamli, kepada insan pers, rabu (8/4/2026) mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk sinergi kelembagaan guna memberikan akses perlindungan kerja bagi guru swasta. Sebelumnya, ribuan guru honorer di wilayah tersebut juga telah memperoleh fasilitas jaminan kesehatan. Hal itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan berkelanjutan dari program yang telah berjalan.
Lebih jauh disampaikan, HM. Kami, data yang diserahkan telah melalui proses akurasi dan verifikasi faktual oleh tim internal. Proses telah dilakukan secara cermat, agar bantuan iuran kepesertaan tepat sasaran dan menyentuh kelompok yang benar benar membutuhkan.
“Program ini berfokus pada perlindungan, payung hukum dan perlindungan finansial bagi guru swasta yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses jaminan sosial secara mandiri,” ujarnya.
Sejauh ini, sambung Ketua Baznas, data yang telah diserahkan memasuki tahap integrasi sistem yang lebih formal guna membuka peluang percepatan realisasi manfaat bagi para penerima.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk optimalisasi pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas. Disampaikannya, dana tersebut tidak hanya disalurkan secara konsumtif, melainkan diarahkan pada sektor produktif dan protektif yang berdampak jangka panjang.
“Baznas memilih pendekatan investasi sosial melalui pembiayaan iuran jaminan ketenagakerjaan. Strategi ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi para tenaga pendidik dan meningkatkan semangat kerja sekaligus sebagai perlindungan berbasis resiko dalam menjalankan profesi,” kata pria asal Masbagik tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua Baznas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses tersebut agar benar benar diterima oleh para penerima manfaat. Karena menurutnya, program tersebut tidak sekadar administratif, melainkan simbol kehadiran kepedulian Pemerintah Daerah Lombok Timur melalui Baznas terhadap para tenaga pendidik.
Pada kesempatan yang sama, Pihak BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur mengapresiasi inisiatif proaktif jajaran Baznas Lombok Timur yang telah memberikan data secara sistematis dan akurat sehingga mempermudah proses integrasi dan percepatan program BPJS Ketenagakerjaan.






