LOMBOK TIMUR – Guna memaksimalkan capaian Pendapatan Aseli Daerah (PAD) kolaborasi dengan semua elemen adalah kata kunci untuk memaksimalkan capaian tersebut.
Penjelasan itu disampaikan, Kepala Bapenda Lombok Timur (Lotim) Muksin, S.KM,.MM, saat pertemuan dengan tim Dirjen Pajak dan Keuangan pusat di Aula Bapenda Lotim, Kamis (4/6/2026).
Menurut Muksin, kunjungan Dirjen Pajak dan Keuangan, guna memetakan potensi PAD lebih rinci. Khususnya, data data potensi PAD para wajib pajak di Bumi Patuh Karya Lombok Timur.
“Guna memaksimalkan capaian PAD, saat ini kita berkolaborasi dengan semua elemen terkait, diantaranya: Bapeda, BPKAD, DPM PTSP dan Dinas Pariwisata dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ucapnya kepada awak media.
Lebih jauh disampaikan, selaku leading sektor dari pendapatan daerah. Terutama, sejumlah item wajib pajak seperti: pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Hotel, Restauran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan sejumlah item pajak lainnya.
“Pada triwulan kedua ini, capaian PAD kita telah mencapai Rp196 miliar lebih atau sekitar 34 persen dari target 584 miliar,” beber Muksin.
Maka dari itu, sambungnya, untuk mengoptimalkan capaian tersebut sekaligus menindaklanjuti amanat pimpinan, pihaknya bersama aparatur terkait secara masive menggalakkan Operasi Pajak Daerah (Opjar), seperti Opjar MBLB, Opjar PBB dan sejumlah item wajib pajak.
“Pada hakikatnya, pajak berasal dari rakyat dan akan kembali pada rakyat, di mana setiap rupiahnya kembali mengalir untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat,” pungkasnya.






