Stok Gas Elpiji 3 Kg di Lotim Aman Versi Pertamina, Faktanya Rakyat Berebut Siapa Cepat Dia Dapat

- Editor

Tuesday, 7 April 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: masyarakat Lotim yang berebut tong gas elpiji

Foto: masyarakat Lotim yang berebut tong gas elpiji

LOMBOK TIMUR – Sungguh ironi, di negeri yang kaya energi dan sumber daya alam, kini untuk membeli tabung gas elpiji 3 kg masyarakat Lombok Timur bagaikan mencari permata di laut dalam. Andaipun bisa didapatkan pada penyalur, harganya membuat masyarakat meradang ditengah ekonomi yang semakin terpuruk.

Meskipun para pemangku kebijakan dalam hal ini PT. Pertamina Patra Niaga saat dikonfirmasi media suara nurani, telah menjamin keberadaan gas elpiji 3 kg berjalan sebagaimana mestinya. Namun faktanya masyarakat Lombok Timur di sejumlah wilayah resah karena kelangkaan gas elpiji tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Timur Bali Nusra, Ahad Rahedi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hulu hingga hilir. Dari SPPBE sampai pangkalan, semuanya terkendali.

Disampaikannya, dalam momen libur panjang pihaknya telah mendistribusikan 17 ribuan tabung gas. Angka tersebut menurutnya telah mencapai 50 persen dari alokasi normal. Selain itu, untuk meredam keresahan warga pihak pertamina menggelar operasi pasar dengan menambah 24 ribuan tabung.

Totalnya terdengar meyakinkan, meskipun pertanyaannya sederhana, apakah tabung tabung elpiji itu apakah benar benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan? karena peruntukannya selain untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga, perioritas utama adalah untuk masyarakat miskin terutama petani dan nelayan.

Baca Juga :  Dari Desa untuk Negeri: Ikhtiar Lombok Timur Sukseskan Koperasi Merah Putih

Pada kesempatan itu, Ahad Rahedi mengingatkan, untuk pembelian gas elpiji 3 kg sebaiknya dilakukan di pangkalan resmi. Harganya pun terjangkau dengan harga eceran tertinggi Rp18 ribu per tabung. Menurutnya, pangkalan resmi itu mudah dikenali, katanya, cukup lihat papan hijau dengan informasi lengkap mencantumkan informasi nama pangkalan, HET, dan nomor pelaporan aduan masyarakat.

Namun, di luar narasi yang rapi itu, terselip cerita lain yang tidak selalu masuk laporan resmi. Fakta di lapangan hingga berita ini dimuat kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di Bumi Patuh Karya mengundang seribu tanya. Khususnya, masyarakat kaum kusam ditengah perekonomian yang serba sulit.

Menyikapi hal itu, Ahad Rehadi menegaskan, guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, Pertamina pun bergerak cepat melakukan sidak ke lapangan dengan menggandeng Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jika ada indikasi dan terbukti lembaga penyalur akan dikenakan sanksi sebagai bentuk pembinaan, mulai dari peringatan hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).” tegas Ahad Rahedi, Selasa (7/4/2026).

Lebih jauh disampaikan, pihaknya akan mengambil langkah tegas, apabila ditemukan penyalur sampai menimbun akan berhadapan dengan konsekuensi serius. Hal itu menunjukkan peringatan keras bahwa dalam rantai distribusi LPG, integritas bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah keharusan.

Baca Juga :  IKAPTK Lombok Timur dan Praja IPDN Gelar Santunan Anak Yatim, Wakil Bupati Beri Apresiasi

“Upaya ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada celah yang dimanfaatkan oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan di tengah kebutuhan viral masyarakat,” tegasnya pada awak media.

Terpisah, salah satu warga Selong, Mustaqim, kepada media suara nurani membeberkan, langkanya gas elpiji 3 kg bagaikan mencari barang langka.

“Siapa cepat dan ihtiar maksimal baru kita dapat. Bahkan, viral beberapa waktu lalu seorang ibu rumah tangga sampai pingsan gara gara antrean panjang. Situasi ini sangat memperihatinkan. Semoga Pemda Lombok Timur bisa memberikan solusi terhadap kelangkaan tong gas ini.” ucapnya pria yang berprofesi sebagai pedagang bakulan tersebut dengan mata berkaca kaca.

Pada akhirnya, publik dihadapkan pada dua hal: jaminan bahwa stok aman dan kenyataan permintaan terus meningkat. Masyarakat hanya berharap satu hal yang paling sederhana, ditengah situasi perekonomian masyarakat yang serba sulit, jangan sampai ada pihak pihak yang tidak bertanggungjawab menari diatas jeritan dan tangisan rakyat jelata.

Penulis: Pimpinan Media Suara Nurani.

Berita Terkait

HKMAN ke-27 Refleksi Perjuangan Hak Masyarakat Adat di Bumi Patuh Karya
Kunjungan Menteri Kehutanan di Lombok Timur, 560 Hektare Hutan Resmi Dikelola Rakyat
Semrawut Tata Kelola Selaparang Finansial, LK2T Dorong Pemangku Kebijakan Audit Total Jajaran Direksi dan Komisaris
Balas Dendam Kematian Ali Khamenei, Rudal Balistik Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Armada Amerika
Miris, Mencuri Labu untuk Buka Puasa, Pria asal Cianjur Dianiaya hingga Tewas
Penuh Haru, Awak Media Lepas Sosok AKP I Made Dharma Yulia Putra Jelang Akhir Masa Pengabdian di Polres Lotim
Sang Surya dari Kauman, Kilas Balik Gerakan Muhammadiyah Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Refleksi 113 Tahun Muhammadiyah, Jejak Perjuangan dan Dakwah Sang Pencerah Membangun Peradaban Bangsa
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 7 April 2026 - 21:41 WIB

Stok Gas Elpiji 3 Kg di Lotim Aman Versi Pertamina, Faktanya Rakyat Berebut Siapa Cepat Dia Dapat

Monday, 16 March 2026 - 22:29 WIB

HKMAN ke-27 Refleksi Perjuangan Hak Masyarakat Adat di Bumi Patuh Karya

Saturday, 7 March 2026 - 10:34 WIB

Kunjungan Menteri Kehutanan di Lombok Timur, 560 Hektare Hutan Resmi Dikelola Rakyat

Thursday, 5 March 2026 - 20:32 WIB

Semrawut Tata Kelola Selaparang Finansial, LK2T Dorong Pemangku Kebijakan Audit Total Jajaran Direksi dan Komisaris

Wednesday, 4 March 2026 - 23:14 WIB

Balas Dendam Kematian Ali Khamenei, Rudal Balistik Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Armada Amerika

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page