LOMBOK TIMUR — Ketika bencana melanda, disanalah kepekaan, kepedulian dan empati nurani diuji agar peduli pada sesama. Pesan moral itulah yang memotivasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), melihat perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah di Bumi Patuh Karya Lombok Timur.
Situasi ini mendorong otoritas kebencanaan memberikan atensi serius untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi dengan stage holder terkait.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Mulyadi, kepada media suara nurani, Sabtu (24/1/2026), menegaskan, agar masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Dipaparkannya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang diperkirakan mulai mereda hingga 27 Januari 2026. Sehingga, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Lebih jauh disampaikan Kalak BPBD, ia mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk keperluan yang benar-benar mendesak. Khususnya, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir luapan dan pergerakan tanah, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dapat memicu bencana susulan. Khusus bagi para nelayan, BPBD Lombok Timur mengimbau untuk tidak melaut hingga kondisi cuaca kembali normal.
Langkah ini menurutnya, guna meminimalisir resiko kecelakaan di laut akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang berbahaya bagi keselamatan pelayaran.
Sebagai langkah preventif berbasis partisipasi masyarakat, BPBD juga mengajak warga untuk secara mandiri memangkas ranting atau pohon yang berpotensi membahayakan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dan menanggulangi dampak bencana.
Pemerintah Daerah Lombok Timur melalui BPBD menghimbau semua elemen untuk membangun sinergi dan kolaborasi antara masyarakat dan instansi terkait, agar resiko akibat cuaca ekstrem di Lombok Timur dapat diminimalisir. Sehingga, keselamatan dan ketenangan warga tetap kondusif.






