LOMBOK TIMUR — Keindahan sebuah tempat bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaganya. Kalimat itu terasa relevan ketika pesona pesisir Pantai Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, harus berhadapan dengan persoalan sampah yang berserakan.
Tumpukan sampah yang terlihat di sepanjang kawasan lapak Pantai Labuhan Haji menjadi pemandangan yang dikeluhkan pedagang dan berpotensi mengusik kenyamanan pengunjung. Ironisnya, kawasan tersebut memiliki potensi sebagai salah satu tujuan wisata, tetapi hingga kini belum didukung keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang memadai di lokasi tersebut.
Kondisi itu membuat persoalan kebersihan bukan sekadar perkara pemandangan yang kurang sedap dipandang, melainkan juga menyangkut kenyamanan, kesehatan lingkungan, dan citra kawasan wisata. Sebab, wisatawan tentu datang untuk menikmati pesona pantai, bukan menjadikan tumpukan sampah sebagai latar utama perjalanan.
Salah seorang pedagang lapak, Inak Centini, mengaku prihatin melihat kondisi sampah yang terus menumpuk di kawasan tersebut. Ia berharap instansi terkait segera memberikan perhatian agar persoalan kebersihan di Pantai Labuhan Haji tidak berlarut-larut.
“Sampah menggunung di sepanjang jalan. Selain menjadi sumber penyakit, kondisi ini juga menjadi sorotan pengunjung. Kami berharap DLHK Lombok Timur memberikan perhatian terhadap persoalan sampah di Labuhan Haji,” ujar Inak Centini kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Keluhan tersebut menggambarkan keresahan pelaku usaha yang sehari-hari berada di kawasan pantai. Bagi pedagang lapak, kebersihan lingkungan bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan pengunjung yang pada akhirnya dapat memengaruhi aktivitas ekonomi mereka.
Di tengah potensi wisata yang dimiliki Labuhan Haji, tumpukan sampah seolah menjadi ironi tersendiri. Kawasan yang semestinya menawarkan panorama pesisir justru berhadapan dengan persoalan klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman, S.KM., menyatakan pihaknya telah meminta jajaran terkait memberikan perhatian terhadap persoalan sampah di kawasan Pantai Labuhan Haji.
Menurut H. Pathurrahman, penanganan persoalan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami telah berkoordinasi bersama jajaran untuk memberikan perhatian dan edukasi kepada warga terkait permasalahan sampah di Labuhan Haji,” kata Pathurrahman.
Selain berkoordinasi secara internal, Pathurrahman juga menyebut telah berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Labuhan Haji untuk mencari solusi terbaik dalam menangani sampah yang berada di sepanjang jalan kawasan Pantai Labuhan Haji.
“Penanganan sampah butuh sinergi semua pihak, terutama kesadaran masyarakat setempat, khususnya pedagang lapak agar turut serta berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan penanganan yang berkelanjutan, mulai dari ketersediaan sarana pembuangan, pengangkutan, edukasi masyarakat, hingga keterlibatan pengelola kawasan dan para pelaku usaha.
Apalagi, Pantai Labuhan Haji sebagai salah satu destinasi wisata, kebersihan semestinya menjadi bagian penting dari pengelolaan destinasi. Pantai yang indah akan kehilangan sebagian daya tariknya apabila pengunjung harus melewati tumpukan sampah sebelum menikmati panorama pesisir.
Persoalan sampah di Pantai Labuhan Haji menjadi pengingat bahwa, membangun kawasan wisata tidak cukup hanya dengan menghadirkan tempat yang indah. Karena wisata yang baik bukan sekadar mengundang orang untuk datang, melainkan juga memastikan mereka pulang membawa kesan baik, bukan cerita tentang sampah yang dibiarkan.






