KABUPATEN BIMA – Banjir bandang melanda Kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini enam warga hilang akibat banjir bandang di sejumlah daerah di Kabupaten Bima, pada (3/2/2025).
Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik mengatakan baru ditemukan dua orang korban jiwa dan sejumlah sarana vital seperti Jembatan penghubung menuju Wera putus dan rusak parah yang menyebabkan aktifitas transportasi lumpuh total.
Enam orang warga Nanga Wera belum ditemukan. Dari data yang dihimpun wartawan Media Suara Nurani dua orang yang dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, yakni Burhan (40), warga Nunggi meninggal akibat timbunan tanah longsor dan Hermawati (40), warga Wora meninggal karena terseret arus banjir bandang.
Sejauh ini, aparat terkait dari unsur Tagana, BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, SatPol PP sinergi bersama warga sekitar masih melakukan pencarian terhadap para korban.
“Untuk bantuan logistik dari Dinas Sosial Provinsi NTB sudah diberangkatkan ke Wera Bima, khususnya bagi warga yang terdampak. Termasuk tim assesment untuk korban terdampak,” ujar Khalik.
Lebih jauh disampaikan anggota Tagana juga sudah diterjunkan untuk menghitung kebutuhan pangan warga di lokasi. Adapun bagi korban meninggal sambungnya, akan diberikan santunan bagi waris dari Kemensos.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Tagana Kabupaten Bima, banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada Minggu 2 Pebruari 2025 wita karena tingginya curah hujan di Bumi Mbojo (sebutan daerah Bima).






