LOMBOK TIMUR – Menyikapi beredarnya pemberitaan terkait menipisnya kuota BBM jenis biosolar yang dikeluhkan masyarakat nelayan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (19/5/2026).
Menanggapi isu tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Timur, Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa, Pertamina Patra Niaga telah melakukan koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan instansi terkait guna memastikan tidak terjadi pengurangan kuota BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Luar.
Menurut Ahad Rahedi, sinergi lintas sektor dilakukan untuk memperkuat pengawasan distribusi Biosolar subsidi agar penyalurannya tepat sasaran, khususnya melalui pengawasan penerbitan surat rekomendasi bagi nelayan penerima manfaat.
“Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Termasuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar tetap berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya pada media suara nurani, Kamis (20/5/2026).
Lebih jauh disampaikan, Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas saat ini terus melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap realisasi kuota Biosolar di Kabupaten Lombok Timur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi energi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
“Stok Biosolar pada SPBU di wilayah Tanjung Luar masih tersedia. Namun, distribusi tetap disesuaikan dengan sisa kuota agar pasokan tidak mengalami kekosongan pada waktu mendatang. Kami juga melakukan pemantauan stok secara digital pada setiap SPBU untuk memastikan penyaluran berjalan optimal,” ujar Ahad.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pesisir, Pertamina Patra Niaga turut mengapresiasi sikap tertib masyarakat Lombok Timur dalam mengikuti antrean pengisian BBM subsidi di SPBN.
Perusahaan energi nasional itu juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan dan menggunakannya secara bijak demi menjaga pemerataan distribusi energi. Karena menurutnya, ketersediaan Biosolar dinilai memiliki peran penting bagi denyut perekonomian nelayan di kawasan pesisir Lombok Timur.
“Saat ini, pengawasan distribusi masive digelar, agar pasokan energi tetap terjaga dan aktivitas masyarakat. Khususnya, masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut,” pungkasnya.






