Akhir Petualangan Juliana Marins, Pendaki Asal Brazil Menjemput Maut di Lereng Gunung Rinjani

- Editor

Monday, 30 June 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proses Evakuasi Pendaki asal Brazil, Juliana Marins

Foto: Proses Evakuasi Pendaki asal Brazil, Juliana Marins

LOMBOK TIMUR – Kematian pendaki Juliana Marins (27), menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Pendakian Juliana Marins di Gunung Rinjani merupakan pendakian terakhirnya. Perempuan malang berkebangsaan Brazil itu menjemput maut di Lereng Gunung Rinjani. Kematiannya, menambah catatan panjang korban tewas di lereng Gunung Rinjani Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Profile Singkat Juliana Marins
Mendengar nama Juliana Marins, yang viral di jagat dunia maya akhir akhir ini, Juliana Marins lahir pada 24 Agustus 1998, di daerah Niteroi, Kota Rio De Janeiro Brazil. Ia berprofesi di bidang kehumasan jurusan Periklanan dan Propaganda dari Universitas Federal Rio de Janeiro (UFRJ) Brazil. Selain itu, ia juga sering tampil sebagai penari tiang atau pole dance.

Kisah Pendakian Juliana Marins
Sejak memulai pendakian menuju puncak, Juliana Marins bersama lima pendaki lainnya dan para pemandu. Namun, saat pemandu kembali ke lokasi peristirahatan ia sudah tidak berada di lokasi.

Setelah berkoordinasi dengan petugas TNGR dan Tim SAR, perempuan malang itu terdeteksi jatuh di tebing kedalaman 600 meter dari permukaan laut (mdpl) pada senin (23/6/2025). Berdasarkan keterangan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, bahwa evakuasi korban telah dituntaskan pada Rabu (25/6/2025).

Disampaikannya, jenazah korban berhasil diangkat dari kedalaman 600 meter sekitar pukul 13.50 wita melalui jalur darat dengan proses sistem lifting (korban diangkat ke atas).

Baca Juga :  Ida Royani Beberkan Kejanggalan Gugatan Tanah di Suela, Profesionalisme PN Selong Dipertanyakan

Lama Proses Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca
Perempuan adalah Brazil itu jatuh ke jurang sedalam ratusan meter, sekitar pukul 06.30 wita Sabtu, (21/6/2025) lokasinya ke arah Danau Segara Anak, tepatnya di Cemara Nunggal yang diapit jurang menuju puncak Rinjani.

Salah satu pendaki profesional, Ang Asep Sherpa kepada awak media menyampaikan, lamanya proses evakuasi disebabkan beberapa faktor diantaranya: minimnya sarana prasarana seperti alat-alat mountaineering yang berfungi menembus medan serta cuaca apapun. Terlebih lagi, pasokan oksigen yang tipis disekitar lereng Rinjani menjadi kendala serius.

“Meskipun tim penyelamat mengambil alat itu ke bawah pasti butuh waktu, belum lagi tali yang hanya panjangnya 200 meter. Bahkan, sebagian tali diambil dari Mataram,” bebernya.

Berdasarkan keterangan Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Edy Prakoso, M.M., yang hadir memantau langsung lokasi evakuasi. Basarnas telah mengerahkan helikopter milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) bersama kru yang dipimpin Hudi Purnomo bersama Siswanto dan Alfaozan. Namun, karena faktor cuaca ekstrem memaksa mereka untuk kembali.

Saat itu, Tim SAR gabungan meliputi unsur TNGR, Basarnas, TNI/Polri, EMHC, dan relawan mengambil langkah evakuasi manual ke lokasi korban yang berada sekitar 950 meter dari titik jatuh.

Baca Juga :  Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati

Akhirnya, proses evakuasi korban menggunakan rute Pelawangan menuju Sembalun berjarak sekitar 10 km dengan waktu tempuh sekitar enam jam. Umumnya, rute turun gunung ini ditempuh pendaki antara 4-7 jam. Hal itu ditentukan oleh kemampuan fisik dan situasi medan. Juliana kemudian ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh tim gabungan pada Selasa (24/6/2025) di kedalaman 600 meter menuju Lost Know Position (LKP).

Dikutip dari keterangan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, melalui akun resminya, proses evakuasi turis asal Brasil, Juliana Marins, berlangsung intensif dan berhasil dituntaskan pada (25/6/2025). Jasad korban tiba di Resort Sembalun, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan permintaan keluarga, Juliana Marins diautopsi di RSUD Bali Mandara, sejak Kamis 26 Juni hingga hari ini, Senin 30 Juni 2025, dan akan diterbangkan malam ini ke negara asalnya Brazil.

Sebelum bertandang ke Nusantara, sejumlah wilayah di Asia Tenggara pernah ia taklukkan, diantaranya: Filipina, Thailand, dan Vietnam. Namun sayang, lereng Gunung Rinjani yang terjal dan berbatu menjadi saksi bisu kematian perempuan asal negeri Samba tersebut.

Panorama keindahan Gunung Rinjani di kawasan cemara nunggal, adalah pendakian terakhir Juliana Marins yang menutup riwayat petualangannya selama lamanya.

Berita Terkait

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor
Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa
Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase
Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati
Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat
Solidaritas Untuk John Bala, AMAN Lotim: Bebaskan Pejuang Tanah Adat dari Kriminalisasi
Cuaca Ekstrem Selimuti Bumi Patuh Karya, BPBD Himbau Warga Waspada Bencana
Dibalik Skandal Dana Siluman, LSM Garuda Dorong Aparat Bongkar Dalang Intelektual
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 13 March 2026 - 21:13 WIB

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor

Saturday, 28 February 2026 - 18:57 WIB

Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa

Tuesday, 24 February 2026 - 22:24 WIB

Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase

Thursday, 19 February 2026 - 15:33 WIB

Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati

Saturday, 14 February 2026 - 19:48 WIB

Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page