Capaian PAD 2025 Meroket, Kepala Bapenda: Kolaborasi dan Ihtiar Maksimal Tidak Akan Khianati Hasil 

- Editor

Thursday, 8 January 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bapenda Lotim, Muksin,S.KM,.MM

Foto: Kepala Bapenda Lotim, Muksin,S.KM,.MM

LOMBOK TIMUR – Setiap ikhtiar tidak akan mengkhianati hasil. Pribahasa tersebut pantas disematkan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) selaku leading sektor dari pendapatan daerah.

Bukan tidak berdasar, berbagai terobosan Bapenda, bukan isapan jempol belaka, sehingga mampu mendongkrak capaian PAD dari sejumlah item wajib pajak seperti: pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Hotel, Restauran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan sejumlah item pajak lainnya.

Kepala Bapenda Lotim, Muksin,S.KM,.MM, kepada awak media pada Kamis, (8/1/2026), mengatakan, dalam rangka memaksimalkan capaian PAD, dirinya bersama jajaran telah membangun sinergi dengan sejumlah OPD terkait. Termasuk didalamnya bersinergi dengan melibatkan jejaring Pemerintahan Desa dalam maksimalkan pemungutan pajak.

Baca Juga :  Ketua GOW Lombok Timur Sri Mahyu Wardani Buka Lomba Retorika

“Alhamdulillah, capaian PAD tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan, dari target 557 milyar telah tercapai sebesar 554,7 milyar atau sebesar 99,50 persen. Artinya, capaian PAD hampir mencapai seratus persen,” ucapnya sembari mengucapkan apresiasi pada semua pihak terkait yang telah turut serta bersinergi dengan instansi yang dipimpinnya.

Bukan itu saja, progres capaian PAD untuk instansi Bapenda sendiri lanjut Muksin, telah melampaui, dari target 206 milyar telah tercapai 209 milyar.

Lebih jauh disampaikan, Bapenda memiliki jejaring PPS yang bertugas mengawal pungutan pajak yang ada ditingkat kecamatan yang nantinya berkolaborasi dengan juru bantu pajak daerah yang berada di tingkat desa.

Baca Juga :  100 Pemuda Lombok Timur Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Kolaborasi tersebut sambung Muksin, adalah kolaborasi simbiosis mutualisme yang sama sama menguntungkan dan saling memberdayakan.

Dipaparkannya, menindaklanjuti amanat pimpinan, dalam hal ini Bupati Lombok Timur untuk terus mengoptimalkan target dari PAD Lombok Timur dengan menggalakkan Operasi Pajak Daerah (Opjar), seperti Opjar MBLB, Opjar PBB guna memaksimalkan capaian Pendapatan Aseli Daerah.

“Sejatinya, pajak berasal dari rakyat dan akan kembali pada rakyat dan peruntukannya untuk kemakmuran rakyat seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi yang diperuntukan untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dari Bumi Patuh Karya, Seruan Menjaga Pancasila untuk Masa Depan Bangsa
Kepala BPS NTB: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Pilar Perencanaan Pembangunan Nasional
Bupati Lombok Timur Tekankan Akurasi Data pada Pelatihan Sensus Ekonomi 2026
Sekda Lotim Tegaskan MTQ Sebagai Syiar Membentuk Generasi Qur’ani
Semangat Kebangkitan Bangsa Menggema di Kantor Bupati Lombok Timur
Sekda Lombok Timur Buka O2SN 2026, Tekankan Pentingnya Karakter dan Sportivitas Pelajar
Sekda Lombok Timur Sebut ITSKes Muhammadiyah Referensi Dunia Pendidikan Berkemajuan
Giat TMMD ke 128, Wujud Sinergi dan Manunggal TNI bersama Pemda Lombok Timur
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 10:50 WIB

Dari Bumi Patuh Karya, Seruan Menjaga Pancasila untuk Masa Depan Bangsa

Friday, 29 May 2026 - 19:32 WIB

Kepala BPS NTB: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Pilar Perencanaan Pembangunan Nasional

Friday, 29 May 2026 - 13:19 WIB

Bupati Lombok Timur Tekankan Akurasi Data pada Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 20 May 2026 - 13:40 WIB

Semangat Kebangkitan Bangsa Menggema di Kantor Bupati Lombok Timur

Monday, 18 May 2026 - 19:58 WIB

Sekda Lombok Timur Buka O2SN 2026, Tekankan Pentingnya Karakter dan Sportivitas Pelajar

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi 

Peristiwa

Nelayan Batu Nampar Selatan Hilang Saat Melaut

Wednesday, 27 May 2026 - 21:06 WIB

TRANSLATE

You cannot copy content of this page