LOMBOK TIMUR – Setiap perjumpaan menyimpan kisahnya sendiri, dan setiap perpisahan membawa pelajaran berharga untuk langkah selanjutnya. Ungkapan itu terasa pas menggambarkan suasana hangat yang menyelimuti acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur di Pendopo Bupati, Jumat malam (9/1/2026).
Dalam acara pisah sambut tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi melepas Hendro Wasisto sebagai pejabat lama dan menyambut I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati sebagai kepala kejaksaan yang baru.
Bupati Lombok Timur, H.Haerul Warisin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena acara tersebut dapat berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Baginya, momen pisah sambut tidak sekadar formalitas, namun sebagai penghargaan terhadap komitmen dan kontribusi nyata pejabat sebelumnya dalam memperkuat penegakan hukum di daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi yang tulus kepada Hendro Wasisto yang dinilai sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Selama masa tugasnya, Hendro dikenal aktif memberikan pandangan konstruktif dan pertimbangan hukum kepada perangkat daerah agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Lombok Timur, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Bupati seraya menyampaikan doa dan harapan agar Hendro terus sukses pada jabatan selanjutnya.
Pria yang akrab disapa Haji Iron itu sempat berseloroh mengenai hobi unik Hendro yang menurutnya sulit ditandingi. Ia pun berharap, kepada Kajari yang baru, I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati, untuk tetap merajut sinergi dan kerjasama yang sudah terbangun dan terjalin baik.
Ia optimistis, kolaborasi lintas sektor yang baik akan semakin memperkuat kehidupan hukum serta kesejahteraan masyarakat Lombok Timur.
“Selamat datang di Lombok Timur, semoga kita dapat terus bekerjasama dalam membangun daerah ini lebih kuat secara hukum dan lebih sejahtera,” pungkas Bupati.
Pada sesi berikutnya, Hendro Wasisto mengenang kebersamaan dengan jajaran Forkopimda yang ia nilai penuh keakraban tanpa batas formal.
Lebih jauh disampaikan, pada kesempatan itu, ia mengutip falsafah Pahlawan Nasional, Ki Hajar Dewantara, bahwa setiap individu adalah guru dan setiap tempat adalah ruang pembelajaran, termasuk selama bertugas di Lombok Timur yang menurutnya memberikan banyak pelajaran berharga.
“Pesan ini akan saya bawa ke tempat baru agar tetap dapat memberi energi positif, tanpa drama dan tanpa mengecewakan,” ujarnya.
Sementara itu, pejabat baru Kajari Lombok Timur, I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati, memulai perkenalannya dengan nada rendah hati. Ia mengaku sangat bersemangat mengenal lebih dekat kearifan lokal, budaya, serta keindahan alam Lombok Timur yang dinilainya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Ia pun meminta bimbingan dan dukungan semua pihak dalam menjalankan amanah baru tersebut. Menurutnya, tongkat estafet kepemimpinan hanya dapat bergerak optimal jika dibangun melalui sinergi dan kerja kolektif lintas sektoral.
“Jika kita solid dan bersinergi, Lombok Timur akan tumbuh lebih maju, hangat, dan sejahtera. Bersama, kita pasti bisa,” tutupnya penuh optimisme.
Acara yang diakhiri dengan penyerahan cinderamata tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, diantaranya: Ketua Pengadilan Agama, pejabat eselon II, Camat, hingga para Kepala Desa lingkup Kabupaten Lombok Timur.






