LOMBOK TIMUR – Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan mampu menjangkau semua lapisan masyarakat seperti buruh, pedagang kaki lima, pekerja lepas, pekerja rumah tangga, kontraktor dan sebagainya.
Penjelasan itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Ir.H.Moh. Edwin Hadiwijaya.MM, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Program dan Optimalisasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Ekosistem Desa. Acara itu digelar di Ballroom Kantor Bupati, Selasa (24/6/2025).
Hadir dalam giat tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala BPKAD, Kepala Bank NTB Syariah, serta seluruh Bendahara Desa dari 239 Desa se-Kabupaten Lombok Timur.
Dijelaskan Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya, selama ini, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan masih banyak disalah artikan hanya berkaitan dengan layanan kesehatan.
Ia pun menegaskan, ingin mengubah paradigma dan pola pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dengan melibatkan Bank NTB Syariah agar pembiayaannya lebih terkelola dengan baik.
“Kami berharap, seluruh pemangku kebijakan di tingkat desa dapat memahami urgensi dan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan serta ikut aktif mendorong percepatan kepesertaan demi meningkatkan perlindungan sosial masyarakat desa,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari kegiatan itu guna mengoptimalkan pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan di Lombok Timur.
Selain itu, lanjut Salmun, tujuan utama dari giat tersebut, untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah desa mengenai kewajibannya menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, kegiatan itu adalah bentuk komitmen Pemda Lombok Timur dalam mewujudkan Lombok Timur SMART. Khususnya, dalam peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Ini adalah amanah, maka wajib hukumnya kita laksanakan sesuai regulasi yang ada,” ungkap Salmun.
Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Yohan Firmansyah, dalam sambutannya mengakui dari tahun terus mengalami peningkatan. Namun, cakupan kepesertaan belum mencapai 100 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kepesertaan secara menyeluruh, khususnya di tingkat desa.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada 23 keluarga penerima manfaat, sebagai bentuk nyata dari perlindungan sosial program BPJS Ketenagakerjaan.






