LOMBOK TIMUR – Pemuda adalah denyut nadi perubahan; dari tangan merekalah harapan masa depan dirajut. Semangat itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Gerakan Pemuda Selatan (GPS) yang berlangsung di Dusun Teluk Dalem, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (17/1/2026).
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi kepemudaan, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan santunan bagi anak yatim dan lanjut usia sebagai wujud kepedulian sosial.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H.Muhammad Juaini Taofik, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menyampaikan penghargaan kepada GPS atas perannya dalam merajut kebersamaan lintas elemen masyarakat. Menurutnya, kemampuan pemuda menghimpun tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga akar rumput merupakan modal sosial penting dalam mendorong kemajuan wilayah.

Dalam sambutannya, Sekda mengutip nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13, khususnya makna lita’arafu atau saling mengenal. Ia menegaskan bahwa pengertian saling mengenal tidak berhenti pada sebatas identitas, melainkan mencakup pemahaman terhadap potensi, keterbatasan, serta upaya bersama dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan cara itu, sambung Juaini Taofik, masyarakat lokal diharapkan mampu menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton.
Lebih lanjut, Sekda mengaitkan hal tersebut dengan pemanfaatan Dana Desa yang semestinya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dana Desa, kata dia, harus diarahkan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga agar tetap betah tinggal dan membangun desanya sendiri.
“Esensi Dana Desa adalah menghadirkan kenyamanan hidup. Infrastruktur yang layak, ketersediaan air bersih, listrik yang memadai, serta kehidupan sosial yang rukun dan saling menghormati. Jika kondisi itu terwujud, maka kemajuan desa akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Sekda juga memaparkan sejumlah rencana strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, di antaranya kerja sama dengan Universitas Mataram dalam pembangunan laboratorium rumput laut bertaraf internasional hasil kolaborasi dengan Jepang.
Selain itu, pemerintah daerah berencana menghadirkan layanan klinik dokter spesialis di kawasan Ekas guna meringankan beban biaya dan jarak tempuh pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir selatan.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada pelayanan administrasi kependudukan. Sekda mengingatkan para kepala desa agar memprioritaskan percepatan layanan KTP secara daring, mengingat dokumen kependudukan menjadi gerbang utama akses masyarakat terhadap bantuan sosial maupun layanan BPJS Kesehatan.
Kepada pengurus dan anggota GPS, Sekda berpesan agar pengelolaan keuangan dilakukan secara arif dan berorientasi jangka panjang. Ia mengajak masyarakat belajar dari pengalaman masa lalu, ketika tingginya harga komoditas rumput laut tidak diimbangi dengan kebiasaan menabung untuk masa depan.
Menutup sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya menumbuhkan nilai kemudahan dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. “Mari kita hidupkan semangat yassiru wala tu’assiru, mudahkan urusan orang lain dan jangan mempersulit. Baik dalam pelayanan pemerintah kepada warga, maupun dalam hubungan antar tetangga. “Inilah kunci menuju kehidupan yang sejahtera,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Jerowaru, Kepala Desa Sekaroh, para tokoh agama, serta unsur masyarakat setempat yang menyambut peringatan hari jadi GPS dengan penuh antusiasme.






