LOMBOK TIMUR, – Pekik teriakan lantang suarakan aspirasi rakyat menggema di penjuru negeri. Kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR, kebobrokan hukum, ketidakadilan dan kematian Driver Ojek Online yang harus meregang nyawa menyuarakan aspirasi mengundang pedih dan luka. Hal ini menjadi catatan panjang fotret buram dan ironi di negeri yang menganut faham demokrasi.
Begitupula dengan aksi di Bumi Patuh Karya, ratusan demonstran yang tergabung dalam “Cipayung Plus Kabupaten Lombok Timur”, dibawah sengatan teriknya mentari, tanpa lelah dan gentar menyuarakan aspirasi di Gedung DPRD Kabupaten Lombok Timur, Senin, (1/9/2025).
Salah satu orator aksi, Yandis dalam orasinya mengatakan, kehadiran mereka adalah bentuk perjuangan dan perlawanan melawan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan penguasa. Betapa tidak, ditengah himpitan ekonomi rakyat yang lapar, ditengah mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, para wakil rakyat justeru bergoyang di kursi yang empuk. Tanpa perduli tangisan para kaum kusam dan air mata rakyat jelata.
Menurutnya, para wakil rakyat saat ini tidak berpihak pada rakyat, padahal gaji tunjangan mereka berasal dari pajak, melalui air mata dan tetesan keringat para jelata.
“Mereka lupa, wakil rakyat duduk di singgasana yang megah atas dasar pilihan rakyat pada setiap pemilu. Suara aspirasi ini murni gerakan perjuangan tanpa ditunggangi oleh kepentingan apapun,” ucapnya lantang, sembari menyeka peluh dan dahaga
Pada kesempatan itu, ia dan massa aksi mempertanyakan minimnya anggota DPRD yang hadir menemui mereka pada setiap aksi. Sembari menyampaikan tuntutan mereka di Gedung Rakyat itu.
Sementara, Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, A.Md,.Kep, dengan senyum khasnya menyapa para massa aksi. “Suara aspirasi dari demonstran Cipayung Plus akan ditindaklanjuti dan akan diteruskan pada pemerintah pusat,” ucap politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia pun berkomitmen untuk menindaklanjuti poin poin yang menjadi tuntutan para massa aksi. Karena menurutnya, pengesahan undang-undang perampasan aset bagi koruptor, transparansi informasi publik, serta sejumlah poin lainnya, diyakini sangat krusial untuk masyarakat.
“Kami bersama jajaran anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan massa aksi,” ujarnya sembari mengucapkan belasungkawa atas kematian driver ojek online Affan Kurniawan yang gugur saat aksi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pada hakikatnya, suara mahasiswa adalah suara sejati kaum intelektual yang tumbuh dengan semangat perubahan untuk negeri. Asal jangan mengundang anarki, teruslah bersuara. Ketahuilah, jika perjuangan itu tulus dari sanubari, maka suara pekik dan jeritan kalian menembus langit didengar Tuhan.






