Tradisi Tiu Warga Jantuk Pasca Idul Fitri, Fotret Kekayaan Budaya Nusantara

- Editor

Tuesday, 1 April 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tradisi Tiyu (Tradisi Berkuda warga Desa Jantuk Pasca Lebaran)

Foto: Tradisi Tiyu (Tradisi Berkuda warga Desa Jantuk Pasca Lebaran)

LOMBOK TIMUR – Berbagai macam tradisi digelar di berbagai wilayah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hal itu adalah cerminan kekayaan budaya Nusantara dalam menyambut hari kemenangan.

Seperti halnya tradisi di Desa Jantuk Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mayoritas masyarakat setempat berkeliling menaiki Kuda Pacu disekitar kampung pasca Idul Fitri. Budaya tersebut dikenal dengan “Tiu” yang merupakan salah satu tradisi turun temurun Desa Jantuk.

Hal itu adalah wujud mempertahankan tradisi warisan leluhur yang merupakan fotret kekayaan budaya Nusantara.

Salah satu warga setempat asal Gubuk Daya, Desa Jantuk, Sabri.SH, kepada Media Suara Nurani, (1/4/2025) mengatakan, Tradisi Tiu merupakan tradisi turun temurun warga Desa Jantuk.

Baca Juga :  Tanpa Pamrih Merawat Rumah Masa Depan, Inilah Sosok Amat Bento, Juru Pelihara TPU dan Cagar Budaya Labuhan Haji

Tradisi berkeliling dengan menaiki kuda merupakan tradisi warga setempat yang biasanya digelar satu hari penuh (satu hari setelah lebaran).

“Adapun untuk harga sewa kuda, bervariatif dari harga 2 jutaan hingga 4 Jutaan tergantung jenis kuda tersebut,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Hal senada disampaikan Hamdun warga Gubuk Daya Desa Jantuk, kuda tunggangan yang digunakan dalam memperingati tradisi Tiu merupakan swadaya warga setempat.

“Terkait dengan kuda tunggangan, ada yang berasal dari Desa Jantuk maupun kuda sewaan dari luar daerah seperti kuda Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bahkan, tidak jarang warga menyewa kuda kuda pilihan dari Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara dan berbagai wilayah lain di Pulau Lombok,” ucapnya pada awak media. 

Baca Juga :  Pemda Lombok Timur Permudah Masyarakat Ajukan Keringanan Pajak PBB-P2, Baca Selengkapnya

Lebih jauh disampaikan, tradisi berkuda biasanya didominasi oleh remaja remaja setempat baik pria maupun wanita. Pagelaran tersebut biasa dimulai dari pukul 04.00 – 08.00 wita yang dirangkai dengan pawai yang dimeriahkan oleh warga setempat.

Dalam memperingati tradisi Tiu, sambung Hamdun, warga aseli Jantuk yang berdomisili di luar wilayah Jantuk, juga ikut berpartisipasi dengan membawa kuda terbaik mereka ke Desa Jantuk sebagai wujud kontribusi mereka dalam mensukseskan tradisi Tiu pasca lebaran.

“Pada perayaan Idul Fitri 1446 H ini, ratusan kuda dipertontonkan oleh warga sebagai cerminan menjaga budaya dan tradisi Desa Jantuk,” pungkasnya.

Berita Terkait

Merawat Budaya Ditengah Modernisasi, Nyelamet Dowong Simbol Warisan Leluhur di Denggen Lombok Timur
Tanpa Pamrih Merawat Rumah Masa Depan, Inilah Sosok Amat Bento, Juru Pelihara TPU dan Cagar Budaya Labuhan Haji
Menjaga Tradisi Tak Tergerus Zaman, AMAN Lotim Desak Perda Masyarakat Adat
Fashion Show Pesona Tenun Lombok Timur, Wabup Edwin Bersama Isteri Memukau Seperti Pasangan Selebriti
Sambut 1 Muharam, Warga Lotim Gelar Festival Ribuan Dulang
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 31 January 2026 - 01:17 WIB

Merawat Budaya Ditengah Modernisasi, Nyelamet Dowong Simbol Warisan Leluhur di Denggen Lombok Timur

Sunday, 4 January 2026 - 21:40 WIB

Tanpa Pamrih Merawat Rumah Masa Depan, Inilah Sosok Amat Bento, Juru Pelihara TPU dan Cagar Budaya Labuhan Haji

Thursday, 13 November 2025 - 14:43 WIB

Menjaga Tradisi Tak Tergerus Zaman, AMAN Lotim Desak Perda Masyarakat Adat

Friday, 22 August 2025 - 08:10 WIB

Fashion Show Pesona Tenun Lombok Timur, Wabup Edwin Bersama Isteri Memukau Seperti Pasangan Selebriti

Thursday, 26 June 2025 - 17:26 WIB

Sambut 1 Muharam, Warga Lotim Gelar Festival Ribuan Dulang

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi 

Peristiwa

Nelayan Batu Nampar Selatan Hilang Saat Melaut

Wednesday, 27 May 2026 - 21:06 WIB

TRANSLATE

You cannot copy content of this page