LOMBOK TIMUR – Berbagai macam tradisi digelar di berbagai wilayah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hal itu adalah cerminan kekayaan budaya Nusantara dalam menyambut hari kemenangan.
Seperti halnya tradisi di Desa Jantuk Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mayoritas masyarakat setempat berkeliling menaiki Kuda Pacu disekitar kampung pasca Idul Fitri. Budaya tersebut dikenal dengan “Tiu” yang merupakan salah satu tradisi turun temurun Desa Jantuk.
Hal itu adalah wujud mempertahankan tradisi warisan leluhur yang merupakan fotret kekayaan budaya Nusantara.
Salah satu warga setempat asal Gubuk Daya, Desa Jantuk, Sabri.SH, kepada Media Suara Nurani, (1/4/2025) mengatakan, Tradisi Tiu merupakan tradisi turun temurun warga Desa Jantuk.
Tradisi berkeliling dengan menaiki kuda merupakan tradisi warga setempat yang biasanya digelar satu hari penuh (satu hari setelah lebaran).
“Adapun untuk harga sewa kuda, bervariatif dari harga 2 jutaan hingga 4 Jutaan tergantung jenis kuda tersebut,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.
Hal senada disampaikan Hamdun warga Gubuk Daya Desa Jantuk, kuda tunggangan yang digunakan dalam memperingati tradisi Tiu merupakan swadaya warga setempat.
“Terkait dengan kuda tunggangan, ada yang berasal dari Desa Jantuk maupun kuda sewaan dari luar daerah seperti kuda Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bahkan, tidak jarang warga menyewa kuda kuda pilihan dari Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara dan berbagai wilayah lain di Pulau Lombok,” ucapnya pada awak media.
Lebih jauh disampaikan, tradisi berkuda biasanya didominasi oleh remaja remaja setempat baik pria maupun wanita. Pagelaran tersebut biasa dimulai dari pukul 04.00 – 08.00 wita yang dirangkai dengan pawai yang dimeriahkan oleh warga setempat.

Dalam memperingati tradisi Tiu, sambung Hamdun, warga aseli Jantuk yang berdomisili di luar wilayah Jantuk, juga ikut berpartisipasi dengan membawa kuda terbaik mereka ke Desa Jantuk sebagai wujud kontribusi mereka dalam mensukseskan tradisi Tiu pasca lebaran.
“Pada perayaan Idul Fitri 1446 H ini, ratusan kuda dipertontonkan oleh warga sebagai cerminan menjaga budaya dan tradisi Desa Jantuk,” pungkasnya.






