Tragedi Sopir Dum Truck Ancam Petugas Bapenda, Kadishub dan Kasat Pol PP Tegaskan Hal Ini

- Editor

Thursday, 5 June 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Video saat petugas jaga, Yazid Mafatihul Madani diancam sopir pengangkut pasir

Foto: Tangkapan Video saat petugas jaga, Yazid Mafatihul Madani diancam sopir pengangkut pasir

LOMBOK TIMUR – Menyikapi tragedi pengancaman terhadap petugas Bapenda di Pos jaga Desa Jenggik Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim). Tragedi berawal saat pegawai honorer Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang bertugas sebagai pemungut pajak Yazid Mafatihul Nadani, oleh sopir nakal yang menyita perhatian publik beberapa waktu lalu akhirnya, menjadi atensi sejumlah OPD terkait.

Kronologi kejadian saat Yazid dan petugas jaga di perbatasan memberhentikan mobil Dum Truck pengangkut pasir dengan nomer polisi D 8070 VD. Seperti biasa, sebagaimana Standar Operation Prosedur (SOP) meminta sang sopir menyerahkan bukti kuasi (bukti pembayaran) dari lokasi tambang galian.

Namun yang terjadi diluar perkiraan, sang sopir bukannya kooperatif, malah turun mencaci maki petugas jaga dan mengarahkan pukulan ke petugas beruntung cepat dilerai. Tidak sampai disitu, pegawai honorer asal Pancor itu bahkan diancam akan dibunuh didepan petugas jaga.

Video tersebut viral di sejumlah platform media sosial Facebook yang mengakibatkan orang tua Yazid, Shock berat. “Kami merasa shock melihat video viral tersebut, putra kami diancam, tanpa melalui pengamanan yang ketat. Anehnya, di video tersebut yang melerai adalah para sopir bukannya Satpol PP dan petugas yang berjaga disana,” ucap orang tua Yazid.

Baca Juga :  Mengungkap Tabir Dugaan Korupsi Dana Desa, Front Rakyat Menggugat Gelar Aksi, Ini Respon Kejari Selong

Ia pun menyayangkan hal itu bisa terjadi, disaat putranya menjalankan perintah undang undang, bertugas pengambilan pajak sebagai Pendapatan Aseli Daerah (PAD) berharap ke depan para petugas disana lebih antisipatif dalam menjaga keselamatan para pemungut pajak di perbatasan.

Terpisah, Kasat Pol PP Lombok Timur, Slamet Alimin, M.Si, dikonfirmasi awak media (4/6/2025) mengatakan, anggotanya tetap mengedepankan pendekatan Persuasif dan humanis. Menurutnya, dalam melakukan pengamanan ada batasan batasan yang tidak boleh melampaui kewenangannya.

Andai saja terjadi hal hal yang tidak diinginkan, misalnya kontak fisik, sambung Slamet Alimin, sebagai Penegak Peraturan Daerah (Perda) tidak mungkin anggota kami diam. “Kejadian itu dalam sebatas kewajaran tidak ada kontak fisik dan tidak terlalu genting, sehingga anggotanya tidak, melakukan langkah antisipatif yang maksimal,” ucap Kasat Pol PP.

Baca Juga :  Sidang Paripurna XII, Wakil Bupati Sampaikan Hasil Audit BPK RI Lotim Mendapat Predikat WTP

Menyikapi hal itu, ia pun memberikan atensi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada petugas jaga di perbatasan tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Drs.Iswan Rakhmadi.MM, mengatakan, sebagaimana S. O. P, yang ada tugas dari Dinas Perhubungan di perbatasan adalah mengarahkan kendaraan untuk masuk ke dalam area penyerahan kuasi tagihan pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan). 

“Tugas dari jajaran kami adalah, mengarahkan kendaraan MBLB untuk masuk, adapun setelah selesai penyerahan kuasi, kendaraan tersebut dipersilahkan kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Iswan Rakhmadi.

Lebih jauh disampaikan, secara menyeluruh yang memiliki kewenangan di perbatasan adalah Bapenda yang memiliki Pos penjagaan.

“Terlepas dari itu semua, kami memberikan apresiasi atas masukan awak media, dan berharap hal serupa tidak terjadi lagi pada petugas pemungut pajak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor
Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa
Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase
Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati
Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat
Solidaritas Untuk John Bala, AMAN Lotim: Bebaskan Pejuang Tanah Adat dari Kriminalisasi
Cuaca Ekstrem Selimuti Bumi Patuh Karya, BPBD Himbau Warga Waspada Bencana
Dibalik Skandal Dana Siluman, LSM Garuda Dorong Aparat Bongkar Dalang Intelektual
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 13 March 2026 - 21:13 WIB

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor

Saturday, 28 February 2026 - 18:57 WIB

Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa

Tuesday, 24 February 2026 - 22:24 WIB

Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase

Thursday, 19 February 2026 - 15:33 WIB

Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati

Saturday, 14 February 2026 - 19:48 WIB

Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page