LOMBOK TIMUR – Perjuangan dan ikhtiar tidak hanya tentang keberhasilan, namun yang lebih dari itu adalah tentang ketulusan dan kekompakan.
Kalimat bijak tersebut adalah motivasi dan penyemangat dalam pencairan Darmawan (46), nelayan asal Dusun Batu Nampar Selatan, Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yang hilang saat melaut beberapa waktu lalu.
Hingga hari ketiga pencarian, Rabu (27/5/2026), Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama warga setempat belum menemukan tanda tanda keberadaan korban yang diduga hilang di perairan Teluk Awang.
Meskipun, Tim SAR bersama unsur relawan dan masyarakat setempat kembali melakukan penyisiran sejak pagi hari dengan memfokuskan pencarian di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Operasi dilakukan menggunakan perahu karet dan melibatkan personel yang menyisir wilayah perairan maupun garis pantai.
Ketua Tim SAR, I Gede Eka Suarjana, mengatakan pencarian dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedure (SOP) yang berlaku. Tim gabungan membagi personel menjadi dua kelompok untuk memperluas cakupan area pencarian.
“Satu tim melakukan penyisiran melalui jalur laut menggunakan perahu karet, sedangkan tim lainnya melakukan pencarian di sepanjang pesisir sekitar Teluk Awang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi pencarian menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas. Gelombang laut yang cukup tinggi serta angin kencang mengharuskan tim bekerja lebih hati hati selama proses pencarian berlangsung.
Sementara itu, keluarga korban H. Amir kepada media suara nurani, berharap upaya pencarian dapat diperluas, termasuk dengan melakukan penyelaman di sekitar area keramba milik korban. Dipaparkannya, lokasi tersebut memiliki potensi dan ritik keberadaan korban.
“Kami selaku pihak keluarga berharap pada Pemda Lombok Timur dan instansi terkait semoga bisa memaksimalkan pencarian. Jika memungkinkan dilakukan penyelaman disekitar lokasi hilangnya korban,” ucapnya sembari mengucapkan apresiasi atas kegigihan Tim Basarnas Lombok Timur bersama relawan.
Lebih jauh disampaikan, berdasarkan pengalaman masyarakat setempat, korban diduga tidak berada jauh dari lokasi keramba tempat aktivitas melaut dilakukan.
“Kami berharap dilakukan penyelaman di sekitar keramba karena kemungkinan korban masih berada di area tersebut,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat melaut dan memasang mocong (perangkap ikan) sekitar pukul 16.30 Wita. Namun pada pukul 19.30 Wita, warga Awang, Kabupaten Lombok Tengah, menemukan sebuah sampan lengkap dengan perlengkapannya dalam kondisi tanpa awak.
Setelah dilakukan identifikasi, sampan tersebut diketahui milik Darmawan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh masyarakat Desa Batu Nampar Selatan dengan melakukan pencarian menggunakan tiga unit sampan bermesin tempel.
Dalam pencarian awal, warga menemukan pakaian korban berupa baju dan celana di sekitar keramba tempat korban biasa beraktivitas. Selain itu, ditemukan pula tali sampan yang diduga putus akibat terpaan ombak dan angin kencang.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di perairan Teluk Awang. Keluarga korban bersama masyarakat setempat terus berharap korban dapat segera ditemukan.






