LOMBOK TIMUR – Sensus Ekonomi memiliki posisi strategis sebagai dasar penyusunan arah pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Penjelasan itu disampaikan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr.H.Wahyudin, MM., saat membuka pelatihan Sensus Ekonomi di Selong Lombok Timur, Jumat (29/5/2026).
Lebih jauh disampaikan, kualitas data menjadi unsur penting dalam menentukan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh daerah.
Menurutnya, data statistik bukan sekadar kumpulan angka administratif. Namun, lebih dari itu, data berfungsi sebagai landasan pemerintah dalam merancang pertumbuhan ekonomi, memperkuat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“BPS tetap berkomitmen menghasilkan data yang berkualitas, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat luas. Karena itu, seluruh petugas sensus diharapkan mampu menyelesaikan setiap tahapan pendataan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan, bahwa proses pendataan tidak berhenti pada pengumpulan informasi lapangan semata. Setelah tahapan utama selesai, petugas akan menghadapi penanganan data anomali yang dievaluasi setiap pekan guna memastikan validitas informasi tetap terjaga.
Menurut Wahyudin, setiap data anomali wajib dituntaskan dalam waktu maksimal tiga hari agar proses pengolahan data berjalan cepat, efektif, dan efisien. Ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hasil sensus ekonomi nasional.
“Kami berharap seluruh petugas dapat menyelesaikan pendataan tepat waktu karena setiap tahapan memiliki target penyelesaian yang harus dipenuhi,” katanya.
Dalam pelaksanaan pelatihan, seluruh peserta diminta memahami materi secara menyeluruh, mulai dari metodologi pendataan, Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga langkah penanganan berbagai persoalan yang berpotensi muncul di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan petugas sensus yang profesional, teliti, serta memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas.
Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lombok Timur diikuti oleh 1.336 peserta. Para peserta dibagi ke dalam 34 kelas dan menjalani lima gelombang pelatihan yang melibatkan 17 instruktur daerah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juni mendatang.
Melalui pelatihan itu, pemerintah berharap tercipta sumber daya manusia yang andal dan memahami konsep pendataan secara komprehensif. Dengan demikian, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data akurat sebagai pijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri okeh Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para instruktur daerah yang akan mendampingi peserta selama proses pelatihan.






