LOMBOK TIMUR — Pengabdian pada hakikatnya lahir dari niat tulus untuk memberi arti bagi sesama. Spirit itulah yang mewarnai rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam peringatan Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian Universitas Mataram (UNRAM) yang digelar di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) Sabtu (17/1/2025).
Kehadiran Sekretaris Daerah Lombok Timur, H.Muhammad Juaini Taofik, menjadi penanda kuatnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan kemaritiman di kawasan selatan Lombok Timur.
Mengusung tema “Momentum Pengabdian Nyata untuk Meningkatkan Kesehatan, Kemandirian Masyarakat, dan Gerakan Penghijauan”, kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat pesisir.
Menurutnya, program ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pembangunan berbasis potensi lokal, sekaligus menumbuhkan kemandirian warga melalui pendekatan ilmiah dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Sekda Lombok Timur menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNRAM beserta seluruh jajaran atas konsistensi pengabdian yang terus diberikan. Ia menilai, langkah tersebut selaras dengan visi pemerintahan SMART yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dan H. Moh.Edwin Hadiwijaya, terutama dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta pengurangan kesenjangan antardaerah.
Menurut Juaini Taofik, wilayah pesisir Lombok Timur yang membentang dengan 38 desa masih menghadapi tantangan serius, baik dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun kontribusi ekonomi daerah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan yang memerlukan intervensi bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan akademisi.
Dipaparkannya, kawasan Jerowaru, khususnya Desa Ekas Buana yang hingga kini masih bergelut dengan persoalan serupa. Keterbatasan akses dan rendahnya produktivitas menjadi tantangan yang harus dijawab melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan.
Sekda optimistis, rencana pembangunan laboratorium rumput laut akan menjadi katalis peningkatan produktivitas masyarakat setempat. Dengan dukungan bibit unggul dan tata kelola yang lebih modern, potensi kelautan di Ekas diyakini mampu mendongkrak pendapatan warga.
Namun demikian, peningkatan penghasilan menurutnya harus dibarengi dengan pengurangan beban hidup, salah satunya melalui rencana pembangunan Klinik Kesehatan Internasional.
Atas dasar itu, sambung Juaini Taofik, kemitraan strategis antara Universitas Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dapat terus berlanjut, meskipun ke depan terjadi pergantian kepemimpinan di lingkungan UNRAM. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia pun berharap, hubungan baik antara UNRAM dan Lombok Timur semakin erat. Karena menurutnya, kolaborasi tersebut pada hakikatnya adalah sinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lombok Timur. Khususnya, daerah pesisir.






