LOMBOK TIMUR — Pers yang kuat bukan hanya menyampaikan informasi, namun yang lebih penting dari itu, sebagai garda terdepan mengawal jalannya pembangunan dan penegak pilar demokrasi.
Semangat tersebut menjadi pijakan Forum Wartawan Media Online (FWMO) Kabupaten Lombok Timur saat menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-6 sekaligus memperingati milad ke-8 di Pondok Jurnal, Selong, Rabu (28/10/2026).
Hadir dalam giat tersebut seluruh pengurus FWMO Lotim, Dewan Pembina dan sejumlah awak media yang tergabung dalam media cetak, televisi dan media online.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi FWMO Lombok Timur untuk mengevaluasi program kerja 2025–2026, menyusun agenda prioritas 2027, serta memperkuat kelembagaan dan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan informasi digital.
Ketua FWMO Lombok Timur, Samsurrizal, mengatakan, rapat kerja tersebut digelar untuk menilai progres pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
“Rapat kerja ini membahas evaluasi program 2025–2026 sebagai dasar penyusunan program kerja 2027,” ujar pentolan FWMO tersebut.
Dalam giat tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas, antara lain mekanisme penerimaan anggota baru, pengembangan organisasi, serta penguatan sektor ekonomi dan bisnis. Berbagai masukan dari pengurus dan anggota dihimpun untuk menentukan program dengan mengacu pada orientasi program untuk kemajuan organisasi.
Lebih lanjut kata wartawan senior tersebut, setiap usulan akan dipertimbangkan berdasarkan skala prioritas agar program yang disepakati tidak berhenti sebagai rencana, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah nyata.
“Semua masukan teman-teman kita tampung bersama, kemudian diimplementasikan sesuai dengan skala prioritas program,” katanya.
Memasuki usia ke-8, FWMO Lombok Timur juga meneguhkan komitmennya untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kedewasaan organisasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas kerja jurnalistik, dan kepedulian terhadap kepentingan publik.
Menurutnya, media online memiliki posisi penting dalam mengawal berbagai tahapan pembangunan agar berjalan transparan, optimal, dan tepat sasaran. Karena itu, wartawan tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjaga akurasi, independensi, dan keberimbangan pemberitaan.
“Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal pembangunan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur,” tegasnya.
Selain memperkuat program internal, FWMO Lombok Timur berupaya memperluas komunikasi dan kemitraan dengan organisasi profesi pers serta berbagai instansi pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun lembaga vertikal dan nonvertikal.
Bagi FWMO, sinergi tersebut penting untuk membangun komunikasi yang sehat, memperluas akses informasi publik, serta mendorong terciptanya pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, kemitraan tetap perlu berjalan seiring dengan independensi pers dan fungsi kontrol sosial.
Lebih jauh disampaikan Syamsurrijal, bahwa hubungan baik antara insan pers dan berbagai pemangku kepentingan harus dapat dipertahankan secara berkelanjutan demi mendukung kemajuan Lombok Timur.
“Harapan kami, sinergi ini terus berkesinambungan dan menjadi kekuatan bersama untuk membangun Lombok Timur ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Delapan tahun perjalanan FWMO Lombok Timur menjadi pengingat bahwa usia organisasi bukan semata-mata soal lamanya berdiri, melainkan tentang manfaat yang diberikan. Dengan evaluasi, program yang terarah, serta komitmen terhadap profesionalisme dan independensi. Pers diharapkan menjadi sarana edukasi publik yang membuat masyarakat semakin cerdas, kritis, dan berwawasan.
Penulis: Pimpinan Media Suara Nurani






