LOMBOK TIMUR – Pembangunan yang baik bukan hanya tentang membangun jalan dan fasilitas, tetapi memastikan setiap hasil pembangunan benar benar menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pesan itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Hubbul Wathan, Lendang Bunga Selatan, Desa Kalijaga Baru, Kecamatan Lenek, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Haji Iron menegaskan, posisi Lombok Timur sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Beragam komoditas pangan, seperti beras, jagung, daging sapi, daging ayam, telur, dan sayuran, diproduksi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah. Bahkan, sebagian hasil produksi pertanian Lombok Timur turut berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di daerah lain.
Menurut Bupati, keberlanjutan produksi pangan tidak terlepas dari perhatian terhadap kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemenuhan kebutuhan petani, termasuk memastikan ketersediaan pupuk agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Saat ini, kata Haerul Warisin, sebagian besar petani di Lombok Timur memiliki lahan dengan luas yang memenuhi ketentuan untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Selain memastikan ketersediaan sarana produksi, Bupati juga mengingatkan agar hasil pertanian masyarakat dibeli sesuai ketentuan harga yang berlaku.
Apabila terdapat pihak yang membeli hasil pertanian dengan harga di bawah ketentuan, masyarakat diminta tidak tinggal diam dan segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan.
Di tengah upaya memperkuat sektor pangan, Bupati juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok Timur mulai menunjukkan perkembangan positif. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi.
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian ialah jalan. Bupati memastikan pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalijaga akan dilaksanakan. Namun, masyarakat diminta bersabar karena pembangunan harus mengikuti tahapan dan perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Untuk pembangunan jalan di wilayah Kalijaga pasti akan dikerjakan. Masyarakat harap bersabar,” ujar Bupati.
Untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar pada 2027 untuk pembangunan jalan. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperlancar transportasi, memudahkan mobilitas masyarakat, serta mendukung kegiatan ekonomi dari tingkat desa hingga wilayah yang lebih luas.
Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga merencanakan pemasangan penerangan jalan di sekitar 8.000 titik. Penjabat Kepala Desa diminta melakukan pendataan dan mengajukan lokasi yang membutuhkan pengaspalan sehingga kebutuhan masyarakat dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dimanfaatkan pemerintah untuk membiayai pembangunan serta berbagai program pelayanan publik di Lombok Timur.
Tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, Bupati turut menyoroti pentingnya kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat. Ia menegaskan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur sangat krusial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut disampaikan, seperti santunan yang diberikan kepada anak yatim dan piatu dalam kegiatan tersebut, jelas Bupati, bersumber dari para muzaki yang kemudian dihimpun dan disalurkan melalui BAZNAS Lombok Timur. Keberadaan lembaga tersebut dinilai penting sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dan penyaluran zakat secara tepat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lendang Bunga Selatan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama dan menyampaikan pesan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena sejatinya, kebermanfaatan sebuah pembangunan diukur dari seberapa jauh ia mampu menghadirkan kemudahan, kesejahteraan, dan harapan bagi masyarakat yang dilayaninya.






