LOMBOK TIMUR — Air adalah sumber utama kehidupan dan kebutuhan vital manusia. Jangan heran, ketika kerongkongan kering tak kunjung dibasahi, dan ketika kebutuhan paling dasar tidak terpenuhi, masyarakat berada di ambang ketegangan. Bahkan, kekeringan bisa memantik anarki.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dari pantauan media suara nurani kekeringan telah melanda sejak tiga hari lalu.
Pjs Kepala Desa Korleko, Muhammad Sirojuddin.S.AP, membenarkan hal itu. Dibeberkannya, selama empat hari, aliran pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Korleko macet total.

“Di wilayah Kecamatan Labuhan Haji, ada tiga desa yang merupakan pelanggan PDAM terdampak kekeringan antara lain: Desa Korleko, Korleko Selatan dan Tirtanadi,” ujarnya pada awak media, Jumat, (21/11/2025).
Dijelaskannya, saat ini warga Desa Korleko khususnya pelanggan PDAM mencari sumur sumur warga. Termasuk mencari sumber air untuk kebutuhan memasak, mandi, cuci terutama wudhu kebutuhan vital masyarakat untuk beribadah.
“Kita berharap, PDAM selaku perusahaan daerah memberikan win win solution terhadap permasalahan ini, karena air adalah kebutuhan vital masyarakat,” tegas Sirojuddin.
Lebih jauh disampaikan, andaipun ada kendala teknis, misalnya karena kebocoran pipa dan kendala lainnya. Paling tidak ada pemberitahuan dari pihak PDAM kepada Pemdes setempat.
“Sejauh ini, pihak PDAM tidak ada konfirmasi sama sekali pada Pemdes Korleko terkait kendala macetnya air warga, kapan penanganannya, agar warga selaku pelanggan PDAM bisa tercerahkan jika ada konfirmasi dan koordinasi dari pihak PDAM,” tegas pria asal Selong tersebut.
Ia pun berharap, pihak PDAM minimal bisa memberikan solusi, misalnya memberikan bantuan air sementara menggunakan tangki air untuk pelanggan yang terdampak.
Hal senada disampaikan Lalu Muhamad Sapaudin, warga Gubuk Pedaleman saat dikonfirmasi awak media di Pemdes setempat mengatakan, air kebutuhan vital untuk ibadah, masak, mandi, cuci, kakus (MCK) terutama anak anak sekolah.
“Saat ini kami mencari sumur warga untuk kebutuhan air, beruntung Kantor Desa Korleko memiliki sumur bor yang dibuka 24 jam untuk warga. Sementara, dari pihak PDAM tidak ada kejelasan sama sekali,” ucapnya kesal.
Bahkan, ia mengakui pernah menanyakan langsung teknisi PDAM di lapangan kapan kemacetan selesai, namun dijawab singkat masih lama oleh petugas PDAM.
“Air PDAM sering macet, tapi tagihan lancar. Semoga berimbang antara hak dan kewajiban,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, H.Akmal warga Gubuk Lauk, berharap Bupati Lombok Timur memberikan atensi terhadap kekeringan warga terdampak dari pelanggan PDAM.
“Kami memohon pada bapak Bupati Lombok Timur, memberikan solusi dengan memberikan bantuan sejumlah tangki air, sembari menunggu perbaikan. Mengingat air merupakan kebutuhan vital warga,” ucapnya penuh cemas.
Hingga berita ini ditayangkan, Dirut PDAM Lombok Timur saat dikonfirmasi melalui Whatsapp tidak menggubris pertanyaan awak media.






