LOMBOK TIMUR – Pengabdian sejati seorang guru tidak menuntut pujian dan tidak menuntut gelar tanda jasa. Sehingga, pengabdian itu meninggalkan jejak kebaikan untuk generasi anak bangsa.
Semangat itu terasa hangat, saat keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia Cabang (PGRI) Kecamatan Pringgabaya berkumpul dalam kegiatan halal bihalal yang dirangkai dengan pelepasan guru purnabakti yang digelar di halaman SMPN 1 Pringgabaya, Sabtu (18/4/2026).
Momentum tersebut menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna antara pengabdian, kebersamaan, dan harapan masa depan pendidikan di Lombok Timur.
Mewakili Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Sekretaris Daerah Muhammad Juaini Taofik, dalam pidatonya menyampaikan salam hangat dari Bupati Lombok Timur, seraya menekankan bahwa pemimpin di era pemerintahan saat ini dituntut untuk lebih lincah dan gesit dalam menjemput peluang di tingkat pusat, baik berupa alokasi anggaran maupun program pembangunan tambahan bagi daerah.
Dipaparkan Sekda Lombok Timur, dinamika pemerintahan saat ini menuntut kecepatan dan ketepatan dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam memperoleh dukungan program dan alokasi anggaran yang berpihak pada daerah.
Peran guru, menurutnya, tidak tergantikan dalam membentuk fondasi pendidikan dasar dan menengah. Penekanan saat ini diarahkan pada penguatan karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Strategi tersebut diyakini mampu menjaga daya saing pendidikan daerah di tengah persaingan nasional.
Menurutnya, kepemimpinan daerah sebagai sebuah proses yang menuntut inovasi tanpa henti. Pelayanan publik diibaratkan sebagai arena kompetisi kualitas, di mana hasil kerja nyata menjadi ukuran utama penilaian masyarakat terhadap pemimpinnya.
Lebih jauh disampaikan, arah pembangunan sektor pendidikan di Lombok Timur disebut telah tertata secara sistematis melalui dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah. Pemerintah daerah, melalui sinergi lintas perangkat seperti BKPSDM, terus mengupayakan kejelasan status tenaga pendidik, termasuk mendorong guru paruh waktu agar memperoleh kesempatan menjadi tenaga penuh waktu demi peningkatan kesejahteraan.
Pada kesempatan itu, disampaikan pula rencana pengembangan Sekolah Garuda yang akan dibangun di wilayah Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya. Program ini merupakan bagian dari visi nasional untuk mencetak generasi unggul dengan kemampuan intelektual tinggi, khususnya dalam penguasaan teknologi modern, sehingga mampu bersaing di tingkat global.
Terkait isu tenaga pendidik, sambungnya, pemerintah daerah memberikan sinyal positif terhadap kebijakan PPPK. Dukungan kepala daerah disebut sangat berpihak kepada guru, dengan upaya aktif menjalin komunikasi strategis di tingkat pusat guna memastikan kesejahteraan tenaga pendidik terus meningkat.
Terlebih lagi, menghadapi arus informasi yang semakin cepat, guru diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter yang mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Di sisi lain, para pendidik juga diingatkan untuk menjaga suasana kondusif di ruang digital. Solidaritas antar guru diharapkan tidak hanya terbangun dalam interaksi langsung, tetapi juga tercermin dalam sikap bijak di media sosial.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan energi baru untuk memperkuat kualitas pengabdian yang berkesinambungan di dunia pendidikan,” ucapnya sembari memberi apresiasi kepada guru yang telah konsisten menjaga solidaritas organisasi.
Sementara, ketua panitia, Mukhsin, menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di SMPN 1 Pringgabaya didasarkan pada kapasitas area yang mampu menampung seluruh anggota. Ia juga mengungkapkan adanya nilai emosional tersendiri, mengingat tempat tersebut menyimpan kenangan perjalanan pengabdiannya di masa lalu.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta memperkuat semangat kebersamaan dalam wadah organisasi. Terlebih lagi,, momen pasca Idul fitri dimanfaatkan sebagai sarana saling memaafkan untuk memperkuat hubungan antar anggota.
Acara ditutup dengan prosesi pelepasan guru purnabakti sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang di dunia pendidikan. Penyerahan cinderamata secara simbolis menjadi ungkapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan.
Hadir pada kesempatan itu, pimpinan daerah, anggota DPRD, serta jajaran perangkat pendidikan menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap peran strategis guru dalam membangun masa depan bangsa. Acara tersebut juga dihadiri Forkopimcam, pengurus PGRI, kepala sekolah, serta para guru lintas pendidikan di wilayah Pringgabaya.






