LOMBOK TIMUR – Hasil tidak pernah mengkhianati ikhtiar dan kerja keras, karena pencapaian besar lahir dari kerasnya ujian tanpa henti.
Kalimat tersebut pantas disematkan pada perwakilan SDN 3 Selong, Kabupaten Lombok Timur. Betapa tidak, siswa siswi terbaiknya seperti: Fatih Asytar Edila Putra (blasteran Jawa Batak), Muhammad Faza Pranajaya (aseli Sasak), Vika Kirana Pramuditha (aseli Bali). Ketiganya mewakili tim keragaman baik dari segi gender, agama dan suku.
Mereka telah mengharumkan nama Bumi Patuh Karya Kabupaten Lombok Timur dalam ajang Lomba Juara Kelas 2026 mewakili provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). SDN 3 Selong disebut menjadi satu satunya perwakilan dari Lombok Timur yang berhasil menembus 150 besar setelah melewati seleksi dari ribuan tim sekolah yang mengikuti kompetisi bergengsi tersebut.
Kepala SDN 3 Selong, Hj. Rohimah, M.Pd., kepada Media Suara Nurani, Kamis (1/10/2026) mengucapkan syukur dan apresiasi atas prestasi anak didiknya yang berhasil lulus pada tahap seleksi awal kompetisi Juara Kelas wilayah regional 7 Bali Nusra yang meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Diterangkan Hj. Rohimah, dari 150 tim yang lolos saat ini, seluruh peserta dibagi ke dalam 10 regional. Masing masing regional dihuni 15 tim yang akan bersaing untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.
“Alhamdulillah, SDN 3 Selong menjadi satu-satunya tim dari Lombok Timur yang lolos 150 besar dan kini bersaing di Regional 7 Bali Nusra,” ujar Hj.Rohimah.
Menurutnya, capaian anak asuhnya saat ini tidak terlepas dari keuletan, mental dan kerja keras siswa dan gemblengan tenaga pendidik. Termasuk, didalamnya suport dari instansi terkait khususnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Perjuangan berikutnya, kata Rohimah, anak asuhnya dijadwalkan mengikuti seleksi tahap kedua bersama peserta lain yang berasal dari Bali, NTB, dan NTT yang akan digelar di Mataram, pada 2 Oktober 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap capaian prestasi dari SDN 3 Selong, yang menjadi salah satu sekolah yang mewakili NTB dalam kompetisi tingkat regional tersebut.
“Prestasi ini tentunya tidak terlepas dari peran serta para tenaga pengajar dan sinergi elemen terkait, sehingga anak didik kita bisa masuk dalam kompetisi bergengsi ini,” ucap pejabat yang dikenal murah senyum dan bersahaja tersebut.
Lebih lanjut kata Wathoni, Lomba Juara Kelas merupakan program baru yang mulai dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2026. Kompetisi tersebut dirancang sebagai ajang yang memadukan kemampuan akademik dengan kerja sama antarsiswa dalam sebuah tim.
Selain itu, materi yang diujikan tidak terbatas pada satu bidang studi. Peserta ditantang menguasai numerasi, literasi, serta materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang merupakan gabungan dari berbagai kemampuan pembelajaran.
“Pesertanya di Lombok Timur cukup banyak. Setelah melalui seleksi secara berjenjang, SDN 3 Selong terpilih untuk mewakili NTB di tingkat regional,” kata mantan Kepala MAN 1 Lombok Timur tersebut.
Berbeda dengan kompetisi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang bersifat individual, Lomba Juara Kelas menempatkan siswa dalam satu tim. Pola tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan bekerja sama, berkolaborasi, berbagi pemahaman, dan membagi peran dalam menyelesaikan persoalan.
Dinas Pendidikan Lombok Timur juga melihat kompetisi tersebut sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital yang telah tersedia di satuan pendidikan.
Selain menjadi ruang menguji kemampuan akademik, lomba tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa. Anak-anak tidak hanya belajar mengejar nilai di dalam kelas, tetapi juga berhadapan dengan peserta dari sekolah lain dalam suasana kompetitif yang terukur.
Ia menilai pengalaman semacam itu penting untuk membangun keberanian, kemandirian, serta kemampuan siswa dalam menghadapi situasi baru. Terutama, dukungan terhadap kegiatan kompetisi antarsiswa terus diperkuat. Karena menurutnya pengalaman bertanding dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
“Kita harapkan kegiatan lomba ini menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas diri,” ucapnya.
Untuk tingkat Regional Bali Nusra, dua peserta terbaik nantinya akan memperoleh kesempatan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional di Jakarta. Pembiayaan pada tahap nasional disebut akan ditanggung oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), sedangkan keberangkatan peserta pada tingkat regional mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi NTB dan BGTK.
Capaian SDN 3 Selong yang masuk 150 besar, bukan sekadar angka dalam daftar peserta. Di baliknya terdapat proses belajar, kerja sama, serta keberanian siswa untuk membawa nama sekolah dan daerah ke panggung kompetisi yang lebih luas.
Hakikatnya, kemampuan anak tidak selalu berhenti pada batas dinding kelas. Ketika diberi kesempatan untuk berkompetisi, mereka dapat menemukan pengalaman, keberanian, dan ruang untuk mengembangkan potensi yang selama ini tumbuh dalam proses pembelajaran itu sendiri.






