LOMBOK TIMUR – Semangat berkarya dan ketekunan dalam berlatih kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Hamzanwadi menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora (FBSH), sukses meraih Juara I pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA), sekaligus memastikan diri menjadi wakil Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Hamzanwadi tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki kemampuan artistik, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing di panggung seni. Capaian ini semakin mengukuhkan komitmen Universitas Hamzanwadi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi melalui pembinaan talenta secara berkelanjutan.
Empat mahasiswa yang mengharumkan nama kampus itu adalah Muhammad Ridho Nawawi, peraih Juara I cabang Lagu Pop Putra; Muhammad Angga Restu, Juara I cabang Lagu Keroncong Putra; Olga Natasya Febrianti, Juara I cabang Lagu Keroncong Putri; serta Tazkirani bersama tim yang berhasil meraih Juara I pada cabang Lomba Tari dan berhak melaju ke tingkat nasional.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Hamzanwadi, Alwan Hafiz., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian yang diraih para mahasiswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kedisiplinan, kerja keras, dan pendampingan intensif dari para dosen pembimbing sehingga mampu menghasilkan penampilan terbaik dalam ajang kompetisi.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, serta Universitas Hamzanwadi secara keseluruhan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kemampuan dan daya saing yang baik di bidang seni. Kami berharap mereka terus menjaga semangat berlatih, mematangkan persiapan, dan tampil maksimal pada PEKSIMINAS sehingga mampu mengharumkan nama Universitas Hamzanwadi dan Nusa Tenggara Barat,” ujar Alwan, Jumat (17/7/2026).
Lebih jauh disampaikan, bahwa keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Program studi secara konsisten menghadirkan berbagai bentuk pembinaan melalui pelatihan, pendampingan, serta aktivitas seni yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan ruang tumbuh bagi mahasiswa agar mampu berkompetisi di berbagai tingkat.
Ia menilai PEKSIMIDA bukan sekadar ajang perlombaan untuk mengejar gelar juara, melainkan wadah pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta memperluas jejaring dengan mahasiswa seni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pengalaman itu, lanjutnya, diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa menjadi seniman, pendidik, dan pelaku budaya yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya karya kreatif yang lahir dari semangat berkesenian.
Prestasi yang diraih para mahasiswa tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Hamzanwadi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Universitas pun menegaskan komitmennya memberikan dukungan penuh kepada seluruh delegasi yang akan tampil pada PEKSIMINAS dengan harapan mampu kembali membawa nama baik Universitas Hamzanwadi dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional.
Empat Talenta Seni Universitas Hamzanwadi Harumkan Nama NTB, Siap Tampil di PEKSIMINAS
Foto: Ketua Program Studi dan Mahasiswa Universitas Hamzanwadi dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora (FBSH), usai ajang PEKSIMIDA NTB 2026
LOMBOK TIMUR – Semangat berkarya dan ketekunan dalam berlatih kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Hamzanwadi menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora (FBSH), sukses meraih Juara I pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA), sekaligus memastikan diri menjadi wakil Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Hamzanwadi tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki kemampuan artistik, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing di panggung seni. Capaian ini semakin mengukuhkan komitmen Universitas Hamzanwadi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi melalui pembinaan talenta secara berkelanjutan.
Empat mahasiswa yang mengharumkan nama kampus itu adalah Muhammad Ridho Nawawi, peraih Juara I cabang Lagu Pop Putra; Muhammad Angga Restu, Juara I cabang Lagu Keroncong Putra; Olga Natasya Febrianti, Juara I cabang Lagu Keroncong Putri; serta Tazkirani bersama tim yang berhasil meraih Juara I pada cabang Lomba Tari dan berhak melaju ke tingkat nasional.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Hamzanwadi, Alwan Hafiz., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian yang diraih para mahasiswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kedisiplinan, kerja keras, dan pendampingan intensif dari para dosen pembimbing sehingga mampu menghasilkan penampilan terbaik dalam ajang kompetisi.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, serta Universitas Hamzanwadi secara keseluruhan. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kemampuan dan daya saing yang baik di bidang seni. Kami berharap mereka terus menjaga semangat berlatih, mematangkan persiapan, dan tampil maksimal pada PEKSIMINAS sehingga mampu mengharumkan nama Universitas Hamzanwadi dan Nusa Tenggara Barat,” ujar Alwan, Jumat (17/7/2026).
Lebih jauh disampaikan, bahwa keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Program studi secara konsisten menghadirkan berbagai bentuk pembinaan melalui pelatihan, pendampingan, serta aktivitas seni yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan ruang tumbuh bagi mahasiswa agar mampu berkompetisi di berbagai tingkat.
Ia menilai PEKSIMIDA bukan sekadar ajang perlombaan untuk mengejar gelar juara, melainkan wadah pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, serta memperluas jejaring dengan mahasiswa seni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pengalaman itu, lanjutnya, diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa menjadi seniman, pendidik, dan pelaku budaya yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya karya kreatif yang lahir dari semangat berkesenian.
Prestasi yang diraih para mahasiswa tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Hamzanwadi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Universitas pun menegaskan komitmennya memberikan dukungan penuh kepada seluruh delegasi yang akan tampil pada PEKSIMINAS dengan harapan mampu kembali membawa nama baik Universitas Hamzanwadi dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional.






