LOMBOK TIMUR – Barang siapa bersungguh sungguh, maka dapatlah ia. Kalimat bijak tersebut sungguh layak disematkan pada sosok Dr. Hanapi, S.Pd., M.Si. Betapa tidak, pria yang memulai karirnya di dunia jurnalistik sejak tahun 2004 silam. Kini akhirnya meraih capaian gemilang dengan meraih gelar doktor di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Denpasar Bali.
Keberhasilan yang diraih Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur tersebut bukan sim salabim. Capaian karirnya saat ini adalah buah manis karena keuletan dan tekad sang akademisi yang mengabdikan diri menjadi Dosen Pengajar di Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur NTB.
Tidak heran, jika penggagas Guru Lauq tersebut kerap menjadi inspirasi, dikalangan akademisi maupun di kalangan ‘Kuli Tinta’ (nama lain wartawan) profesi yang selama ini membesarkan namanya.
Kendati demikian, akademisi yang mendapat predikat cumlaude pada Undiksa tersebut tidak melupakan jati dirinya sebagai sosok sederhana dan bersahaja. Khususnya, dikalangan awak media.
“Saya mengucapkan apresiasi mendalam atas suport semua pihak, baik teman teman akademisi maupun para awak media yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” ucap owner Lombok Satu tersebut.
Sementara, Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur, Dr. Karomi, S.Pd., M.Pd, dengan penuh rasa bangga menyampaikan apresiasi kepada rekan sejawatnya.
“Selamat atas promosi doktor ini. Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah, penuh dengan perjuangan yang panjang,” beber Karomi, Senin, (9/2/2026).
Di mata akademisi asal Desa Wakan tersebut, sosok Doktor Hanapi adalah pria pekerja keras dan pantang menyerah. Ketekunannya, bukan hanya di kalangan awak media. Namun, Hanapi telah sukses mendedikasikan dirinya di dunia akademik.
Bagi Karomi, gelar doktor yang diraih oleh sobat karibnya, adalah buah dari konsistensi yang tak kenal henti dan pantang menyerah.
Menurutnya, capaian gemilang Doktor Hanapi, memberikan warna baru dalam dunia jurnalistik di Bumi Patuh Karya dan menjadi simbol kekuatan baru bagi organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur.
“Dengan capaian ini, tentunya memberikan energi baru bagi SMSI Lombok Timur untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, kredibel, dan beretika. Terutama dalam menghadapi tantangan dunia pers di era global yang semakin kompleks,” ucap Direktur LPPM Universitas Gunung Rinjani.
Ia pun berharap, Doktor Hanapi bisa menginspirasi para jurnalis dan generasi muda untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan, tanpa harus mengorbankan integritas dan idealisme yang menjadi dasar dari profesi jurnalisme itu sendiri.
“Keberhasilan bang Hanapi saat ini menjawab bahwa jurnalis pun bisa mengukir prestasi di dunia akademisi,” ucap pria asli Wakan tersebut.
Sementara itu, Hanapi, dihadapan rekan rekan seperjuangannya ia mengungkapkan, bahwa gelar doktor adalah perjalanan panjang yang bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang bagaimana seorang jurnalis dapat mengukir jejak yang lebih dalam di dunia pendidikan.
“Apapun profesi kita, jangan pernah menjadikan penghalang untuk menggapai tujuan. Jangan pernah takut bermimpi selama kita mau bertekad untuk menggapainya,” kata Hanapi dengan mata berkaca kaca.
Sebuah pesan bijak yang bisa dipetik dari perjalanan karir Doktor Hanapi, tidak ada yang tidak mungkin selama kita bertekad untuk mau berubah. Sesungguhnya, yang tidak bisa berubah adalah kata dari perubahan itu sendiri.
Penulis: Mr. Jhon






