Seruput Kopi Hadirkan Inspirasi, Filsafat Lahirnya Komunitas Guru Lauq Indonesia

- Editor

Monday, 17 November 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hanapi.M.Si, Penggagas Guru Lauq Indonesia dan Hasan Basri.MA, Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia

Foto: Hanapi.M.Si, Penggagas Guru Lauq Indonesia dan Hasan Basri.MA, Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia

LOMBOK TIMUR – “Education does not change the world. Education changes people. People change the world” (Paulo Freire). Kutipan ini mencerminkan semangat yang terkandung dalam perjalanan Guru Lauq Indonesia.

Guru Lauq Indonesia yang mengusung “lebur anyong saling sedok” lahir dari hasil obrolan santai sambil minum kopi di berbagai kesempatan antara anak-anak dari pelosok Paer Lauq, wilayah bagian selatan di Kabupaten Lombok Timur, NTB yang tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana.

Percakapan-percakapan penuh kehangatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi cerita, tetapi titik awal dari lahirnya sebuah gerakan yang mengusung perubahan. Sebuah gerakan yang berakar pada kolaborasi dan rasa kebersamaan.

Gagasan yang bermula dari obrolan santai tersebut tidak hanya mencakup pengetahuan, tetapi imajinasi untuk menciptakan perubahan. Dari pertemuan-pertemuan sederhana inilah, lahirlah semangat kebersamaan, memperkuat nilai ke-Sasak-an (solidaritas).

Salah seorang penggagas Guru Lauq Indonesia, Hanapi, M.Si menjelaskan gagasan ini bermula dari kebiasaan saat duduk bersama sambil menyeruput kopi, bercakap-cakap tentang kehidupan dan masa depan sehingga lahir tagline mind of tomorrow (berpikir untuk masa depan).

“Sering kali, percakapan-percakapan yang berlangsung tanpa agenda itu justru mengandung banyak inspirasi. Kami saling berbagi pandangan dan merancang langkah-langkah untuk membawa perubahan,” ungkap Hanapi, Senin (17/11/2025).

Guru Lauq Indonesia bukan sekadar komunitas yang menyediakan wadah untuk berkumpul. Gerakan ini berkomitmen sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang melibatkan multi pihak mulai dari guru, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat.

Baca Juga :  Laskar Sasak Serukan Pemerintah Daerah Lombok Timur Resposif Mendengar Keluhan Masyarakat

“Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat tercipta program-program yang lebih efektif dan relevan, serta mengatasi berbagai isu sosial pendidikan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah yang kurang mendapat perhatian,” tegasnya kandidat doktor Undiksha, Singaraja itu.

Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia, Hasan Basri, MA menambahkan telah merancang berbagai program yang mencakup sosial, pendidikan non formal, pelatihan, riset, dan publikasi ilmiah yang dapat diakses semua kalangan.

Salah satu kontribusi penting yang dihadirkan adalah jurnal ilmiah yang dikelola dengan sistem akses terbuka (open access), tanpa biaya publikasi, sehingga karya ilmiah dapat diakses secara gratis oleh masyarakat luas.

“Program ini sejalan dengan upaya untuk menghilangkan hambatan akses terhadap pengetahuan yang selama ini terbatas di kalangan tertentu,” urai kandidat doktor Griffith University Australia itu.

Jurnal-jurnal yang dikelola oleh Guru Lauq Indonesia, seperti Jurnal of Sasak, Journal of Qualitative Review, Guru: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan, dan Asian Journal of Religion yang mengangkat berbagai isu.

Menurutnya, Upaya ini sebagai langkah nyata memperluas cakrawala pengetahuan yang bisa diakses para peneliti, praktisi, dan masyarakat luas. Gerakan ini berpegang pada prinsip-prinsip dasar yang kokoh, seperti integritas ilmiah, kebersamaan, dan keberlanjutan.

Baca Juga :  Dirut LPPM UGR: Pentingnya Standar Tenaga Pendidik Menuju Lotim SMART

“Kami tidak hanya ingin menyediakan akses pengetahuan, tetapi membuka jalan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak,” ujar Hasan.

Guru Lauq Indonesia juga memastikan setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan dan konteks masyarakat. Sebagai contoh, program-program pelatihan yang melibatkan para guru, dosen, dan mahasisw serta masyarakat.

“Kami ingin melahirkan pengetahuan berbasis pada nilai-nilai budaya lokal, tetap terbuka terhadap perkembangan global. Semua ini bertujuan untuk memperkuat masyarakat agar mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks,” tegasnya.

Komunitas ini tidak hanya ingin memberikan dampak jangka pendek, tetapi membangun kapasitas manusia yang mampu menciptakan perubahan jangka panjang, mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan adaptif.

Seperti yang dikatakan Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world,” Guru Lauq Indonesia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan perubahan yang nyata.

“Dengan misi dan semangat, Guru Lauq Indonesia terus memberikan manfaat, dan menjadi kekuatan penggerak perubahan sosial melalui pendidikan yang berbasis kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan,” pungkas pria yang kerap disapa Guru Dane.

Berita Terkait

Saat Amarah Publik Menuntut Pilihan: Melenyapkan Sang Koruptor atau Merebut Kembali Hak yang Dirampas
Indahnya Kebersamaan, Milad ke-7 FWMO Kapolres Lotim Ajak Wartawan Sinergi Menjaga Kondusifitas
Dukung Stabilitas Siskamtibmas, Laskar NTB Bangun Sinergi Bersama Pemerintah dan Aparat Keamanan
Menengok Hukum Adat Untuk Menjaga Lingkungan
Dinilai Tidak Berakhlak, IDEAL dan Sejumlah Pemerhati Serukan Menteri Agama Copot Kepala Kemenag NTB
Menata Masa Depan Indonesia, Presiden Prabowo Harus Benar-Benar Menjadi Presiden Republik Indonesia 
Laskar Sasak Serukan Pemerintah Daerah Lombok Timur Resposif Mendengar Keluhan Masyarakat
Napak Tilas Gerakan Pramuka dari Zaman Kolonial, Sebagai Cikal Bakal Pergerakan Aktivis
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 13:43 WIB

Saat Amarah Publik Menuntut Pilihan: Melenyapkan Sang Koruptor atau Merebut Kembali Hak yang Dirampas

Monday, 17 November 2025 - 20:59 WIB

Seruput Kopi Hadirkan Inspirasi, Filsafat Lahirnya Komunitas Guru Lauq Indonesia

Thursday, 30 October 2025 - 22:08 WIB

Indahnya Kebersamaan, Milad ke-7 FWMO Kapolres Lotim Ajak Wartawan Sinergi Menjaga Kondusifitas

Wednesday, 29 October 2025 - 14:03 WIB

Dukung Stabilitas Siskamtibmas, Laskar NTB Bangun Sinergi Bersama Pemerintah dan Aparat Keamanan

Thursday, 2 October 2025 - 05:35 WIB

Menengok Hukum Adat Untuk Menjaga Lingkungan

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page