Jurnalis Pelajar SMAN 1 Labuhan Haji Soroti Pergantian Kurikulum Terhadap Minat Belajar Siswa

- Editor

Thursday, 20 November 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jurnalis Pelajar SMAN 1 Labuhan Haji saat Wawancara

Foto: Jurnalis Pelajar SMAN 1 Labuhan Haji saat Wawancara

LOMBOK TIMUR – Pergantian kurikulum di Indonesia seringkali gonta ganti. Pergantian itu semata mata untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman.

Menyikapi hal itu, Jurnalis Pelajar SMAN 1 Labuhan Haji mewawancarai Waka Kurikulum Budiawan Cahyadi, S.Pd., (20/11/2025).

Dijelaskan Budiawan Cahyadi, bahwa semua Kurikulum di semua sekolah pada dasarnya sama, yakni menggunakan Kurikulum Merdeka yang kemudian berganti menjadi Kurikulum nasional.

Menurutnya, perubahan Kurikulum saat ini tidak signifikan, hanya sedikit penambahan saja dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam yang semula bernama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berganti menjadi kokurikuler.

Baca Juga :  Sambut Hari Kemerdekaan, Ponpes Al-Mukhtariyah Lombok Timur Gelar Apel Bendera Ala Sarungan

“Tujuan dari kurikulum ini adalah, menciptakan pembelajaran dengan penerapan dalam kehidupan sehari hari,” ujar Waka Kurikulum.

Sementara, Guru Ekonomi SMAN 1 Labuhan Haji, Baiq Rizka Amaliyah Saputri, M.Pd., menyatakan metode pengajaran efektif tidak hanya belajar teori. Namun, yang jauh lebih penting bagaimana kurikulum itu memberikan contoh nyata dalam kehidupan para siswa.

Baca Juga :  Revitalisasi Sekolah Jadi Pelita, Lombok Timur Smart Menyulam Generasi Cendekia

Menurutnya, pembelajaran efektif, bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan jauh dari rasa tegang. Sehingga, para siswa dapat menerima pelajaran dengan lebih mudah.

Salah satu siswa kelas X, Zaskia Maulida Fitriani, mengatakan bahwa kurikulum saat ini sering membuat jenuh dikarenakan suasana kelas yang membosankan.

Menurutnya, pembelajaran tidak mesti harus didalam kelas, namun yang jauh penting dari itu adalah suasana yang nyaman. Sehingga mudah menerima pelajaran dari guru.

Berita Terkait

Inilah Sosok Hanapi, Sang Doktor yang Mengawali Karirnya dari Kuli Tinta
Revitalisasi Sekolah Jadi Pelita, Lombok Timur Smart Menyulam Generasi Cendekia
Sentuhan Empati Kadis Dikbud di Ruang Perawatan, Meninjau Langsung Siswa Korban Pohon Tumbang
Merawat Ilmu Menjaga Budaya, Wisuda Institut Elkatari Satukan Religi dan Kearifan Lokal
Ketika Gelar Menjadi Do’a, Yudisium Institut Elkatarie Cikal Bakal Kaum Religius Intelektual
Guru Lauq Indonesia Gandeng Polyglot Asal Italia Tingkatkan Kompetensi IELTS
Membanggakan, Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade Keuangan Nasional
Wejangan Guru BK SMAN 1 Labuhan Haji untuk Siswi yang Merias Wajah Berlebihan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 9 February 2026 - 23:57 WIB

Inilah Sosok Hanapi, Sang Doktor yang Mengawali Karirnya dari Kuli Tinta

Thursday, 29 January 2026 - 21:36 WIB

Revitalisasi Sekolah Jadi Pelita, Lombok Timur Smart Menyulam Generasi Cendekia

Thursday, 22 January 2026 - 15:53 WIB

Sentuhan Empati Kadis Dikbud di Ruang Perawatan, Meninjau Langsung Siswa Korban Pohon Tumbang

Monday, 29 December 2025 - 21:20 WIB

Merawat Ilmu Menjaga Budaya, Wisuda Institut Elkatari Satukan Religi dan Kearifan Lokal

Saturday, 13 December 2025 - 17:50 WIB

Ketika Gelar Menjadi Do’a, Yudisium Institut Elkatarie Cikal Bakal Kaum Religius Intelektual

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page