Merawat Ilmu Menjaga Budaya, Wisuda Institut Elkatari Satukan Religi dan Kearifan Lokal

- Editor

Monday, 29 December 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rektor Institut Elkatarie Lombok Timur, Dr.Asbullah Muslim, M.Pd.I, saat membuka Wisuda Angkatan Ke II tahun akademik 2025/2026 di Grand Madani Hotel Mataram

Foto: Rektor Institut Elkatarie Lombok Timur, Dr.Asbullah Muslim, M.Pd.I, saat membuka Wisuda Angkatan Ke II tahun akademik 2025/2026 di Grand Madani Hotel Mataram

LOMBOK TIMUR – Wisuda bukanlah titik akhir dalam proses pembelajaran. Namun, itu adalah langkah awal dalam menghadapi dunia nyata dan penuh tantangan guna mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penjelasan itu disampaikan Rektor Institut Elkatarie Lombok Timur, Dr.Asbullah Muslim,M.Pd.I, saat membuka Wisuda Angkatan Ke II tahun akademik 2025/2026 di Grand Madani Hotel Mataram, Senin (29/12/2025).

Disampaikan Dr.Asbullah Muslim,M.Pd.I, lahirnya Institut Elkatari untuk mengkolaborasikan nilai nilai pendidikan religius dan nilai nilai budaya dan kearifan lokal. Khususnya, adat sasak yang mendominasi daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Mesjid.

Foto: Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., saat pidato pada Wisuda Angkatan Ke II tahun akademik 2025/2026 di Grand Madani Hotel Mataram

Ditegaskannya, bahwa budaya tidak bertentangan dengan nilai nilai agama, akan tetap mengintegrasikan budaya dan kearifan lokal.

Hal itu terlihat dari kurikulum kearifan lokal budaya sasak di setiap program studi. Bahkan, tranformasi itu pernah digelar dalam bentuk seminar kearifan lokal seperti kegiatan ‘Ngaji Budaya’ setiap bulan suci Ramadhan.

Salah satu wujud sinergi dan kolaborasi nilai religius dan budaya, sambung Asbullah, diantaranya membangun kerjasama dengan Majelis Adat Sasak Lombok Timur dalam pelaksanaan Kuliyah Kerja Nyata (KKN) nantinya akan berbasis budaya dan seni di beberapa lembaga adat yang ada.

Baca Juga :  Harlah ke-39 Al Ijtihad Al Mahsuni, Bupati Iron dan Gubernur NTB sebut Pesantren Aset Masa Depan

“Kedepan kita akan adakan Magang dan Kuliyah Kerja Lapangan (Maktal) dengan bekerjasama dengan Majelis Adat Sasak yang berada di setiap Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Menutup pidatonya, ia berharap para wisudawan Institut Elkatarie nantinya akan menjadi inspirasi banyak orang dan bisa memberikan sumbangsih dalam kemajuan Bumi Patuh Karya Lombok Timur.

Sementara, Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., yang hadir pada acara tersebut mengapresiasi atas gagasan terbentuknya Institut Elkatari yang mempertemukan dua aspek keilmuan dasar, yakni agama dan budaya. Itu terefleksi dari para alumninya.

Pada kesempatan itu, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan salah satu kerumitan mempelajari sciences (ilmu pengetahuan) di Indonesia langsung mempelajari ilmu terapan. Semestinya, mempelajari ilmu dasar terlebih dahulu.

Ia pun membeberkan sejumlah ilmuwan islam yang hingga saat ini memiliki legacy atau warisan keilmuwan yang diakui oleh dunia meskipun telah berabad abad lamanya. Salah satunya Ibnu Sina, ilmuwan terkemuka umat muslim dalam bidang kedokteran, hingga saat ini dipergunakan oleh Scientist dunia dan ilmuan ilmuan islam terkemuka lainnya.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag NTB Anjangsana di Kemenag Lotim

“Saya mengapresiasi gebrakan rektor institut elkatari, perguruan tinggi yang berbasis budaya dan inilah yang membedakannya dengan Perguruan Tinggi lainnya,” katanya disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Lebih jauh disampaikan orang nomer satu di NTB tersebut, membeberkan ilmu pemasaran yang dinamakan diferensiasi (perbedaan).

Foto: suasana wisuda Institut Elkatari Angkatan Ke II tahun akademik 2025/2026 di Grand Madani Hotel Mataram

“Jika produk dalam suatu market sama, dipastikan para alumni tidak memiliki tempat di mata masyarakat. Yang membuat wisudawan diterima di mata masyarakat adalah diferensiasi itu sendiri,” ucapnya memuji.

“Kita semua berharap, para alumnus Institut Elkatari akan menjadi generasi penerus yang akan merawat, menjaga dan melestarikan peradaban budaya Sasak di kemudian hari,” pungkasnya.

Meski seumur jagung, Institut Elkatari, dari angkatan pertama dan angkatan kedua, Institut Elkatari telah menelurkan enam ratusan alumni yang tersebar pada 7 program studi antara lain: prodi bahasa Inggris, bimbingan konseling, PGMI, Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, Akuntansi Syariah, dan prodi Managemen Keuangan Syariah.

Berita Terkait

Putri Rahayu, Siswi SMPN 1 Sakra Barat, Siap Berlaga di Ajang Nasional Puteri Batik Cilik 2026
Membanggakan, SDN 3 Selong Wakili NTB Lomba Juara Kelas, Siap Berebut Tiket Nasional
Prof Wiro Dorong Mahasiswa Baru ITSKes Muhammadiyah Selong Berani menjadi Entrepreneur
Buka MATAF dan PKKMB, Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong Tekankan Pentingnya Adab Diatas Ilmu
Bahasa Sasak Menuju Ruang Digital, Sangkep Internasional I Dorong Korpus hingga AI
Belajar Keselamatan Sejak Dini, Siswa TK Islam Citra Sawing Antusias Ikuti Edukasi Damkar Lombok Timur
Empat Talenta Seni Universitas Hamzanwadi Harumkan Nama NTB, Siap Tampil di PEKSIMINAS
Dikbud Lombok Timur Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam di Luar Ketentuan
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 11:07 WIB

Putri Rahayu, Siswi SMPN 1 Sakra Barat, Siap Berlaga di Ajang Nasional Puteri Batik Cilik 2026

Thursday, 1 October 2026 - 20:17 WIB

Membanggakan, SDN 3 Selong Wakili NTB Lomba Juara Kelas, Siap Berebut Tiket Nasional

Wednesday, 16 September 2026 - 19:19 WIB

Prof Wiro Dorong Mahasiswa Baru ITSKes Muhammadiyah Selong Berani menjadi Entrepreneur

Wednesday, 16 September 2026 - 01:30 WIB

Buka MATAF dan PKKMB, Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong Tekankan Pentingnya Adab Diatas Ilmu

Wednesday, 19 August 2026 - 19:31 WIB

Bahasa Sasak Menuju Ruang Digital, Sangkep Internasional I Dorong Korpus hingga AI

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page