Harga Cabai di Lotim Melambung Emak Emak Meradang, Ini Kata Pemangku Kebijakan

- Editor

Saturday, 21 February 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

LOMBOK TIMUR – Jika harga cabai sudah melambung, jangan salahkan jika suara emak emak lebih pedas dari tantangan perang Iran kepada Israel.

Bahasa sindiran diatas merupakan bahasa kiasan yang menggambarkan luapan emosi ibu ibu rumah tangga ketika harga bahan pokok melambung tinggi. Hal itu bukan tidak berdasar. Harga cabai rawit di bulan suci tiba tiba melonjak drastis mencapai Rp 200 ribu rupiah per kilogram.

Menyikapi hal itu, Sekda Lombok Timur, Dr.H.M.Juaini Taufik, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kepada Media Suara Nurani, Sabtu (21/2/2026) mengaku sangat perihatin atas melonjaknya harga cabai rawit yang melonjak drastis.

Menurut Sekda, harga cabai yang menjulang tinggi adalah anomali cuaca di Lombok, sehingga menyebabkan tanaman cabai petani mengalami kerusakan. Terlebih lagi, di bulan suci Ramadhan permintaan cabai sedang tinggi tingginya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Penuh Hangat Sambut Warga Halal Bihalal

Guna mengantisipasi hal itu, kata Juaini Taofik, saat ini, TPID sedang melakukan penjajakan dengan daerah penghasil cabai seperti Makasar untuk menambah suplai di pasar pasar tradisional. Dengan harapan, harga cabai lebih terjangkau. “Semoga tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat, cabai dari Makasar akan disuplai melalui champion cabai lalu kemudian akan dipasok ke pasar pasar tradisional,” kata Juaini penuh harap.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Hadi Fathurahman., S.Sos.M.AP., mengatakan, turun naik harga cabai adalah hal yang wajar, dikarenakan siklus tahunan. Terlebih lagi, di bulan Ramadhan ini tingginya permintaan cabai rawit. Sehingga mempengaruhi harga pasar.

Baca Juga :  Inilah Wajah Dibalik Suksesnya Event Sembalun Mountain Marathon 2025

Lebih jauh disampaikan Kadis Perdagangan, dari hasil koordinasi dengan Saber Pelanggaran Harga dengan Ketua Champion Cabe, salah satu penyebab kenaikan harga cabai rawit merah, dikarenakan pasokan dari petani berkurang.

Menanggulangi kelangkaan cabai yang merupakan salah satu komoditi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pemda Lombok Timur melalui TPID telah berkoordinasi dengan Champion Cabe akan mendatangkan cabai dari luar daerah. Terutama, dari daerah penghasil cabai.

Selain itu, kata Hadi Fathurahman, dalam pertengahan bulan puasa akan ada panen raya. “Tentunya, dengan panen raya bisa menormalkan kembali harga cabai rawit di pasaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas
Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral
Menjaga Asa Pahlawan Devisa, Disnakertrans Lotim Perkuat Layanan Pengaduan
Pimpin Hari Santri di Lombok Timur, Wabup Edwin: Dari Bumi Patuh Karya Menyongsong Indonesia Emas
Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan
Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Bupati Iron Lantik Pejabat Baru, Parihin Jadi Inspektur dan Husnul Basri Kadis Dukcapil
Lantik Pejabat Baru, Bupati Lotim Sentil Carut Marut Pelayanan BPJS Kesehatan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 16:32 WIB

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas

Friday, 23 October 2026 - 19:48 WIB

Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral

Thursday, 22 October 2026 - 18:41 WIB

Menjaga Asa Pahlawan Devisa, Disnakertrans Lotim Perkuat Layanan Pengaduan

Wednesday, 21 October 2026 - 22:26 WIB

Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan

Tuesday, 20 October 2026 - 16:13 WIB

Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page