Hadiri Diskusi Lintas Negara, Sari Yuliati Tegaskan Peran Hutan Indonesia sebagai Aset Strategis di Pasar Karbon Global

- Editor

Thursday, 16 April 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA SUARA NURANI – Upaya menjaga keseimbangan lingkungan kian menemukan momentumnya di panggung global. Terlebih lagi, Indonesia memiliki posisi penting dalam mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi.

Penjelasan itu dikemukakan Wakil Ketua DPR RI, Hj.Sari Yuliati saat menghadiri forum diskusi internasional bertajuk “Towards High Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” di Washington DC Amerika Serikat. Kamis (16/4/2026).

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan komitmen Indonesia bukan hanya sebatas wacana, melainkan langkah konkret dalam merespons krisis iklim yang semakin nyata. Di hadapan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi internasional, Sari Yuliati menekankan pentingnya sistem pasar karbon yang transparan, akuntabel, dan dapat dipercaya.

Baca Juga :  Miris, Mencuri Labu untuk Buka Puasa, Pria asal Cianjur Dianiaya hingga Tewas
Foto: Diskusi lintas negara di Washington DC Amerika

 

Diterangkannya, Indonesia negara dengan kawasan hutan tropis yang luas, memiliki tanggung jawab sekaligus peluang strategis dalam upaya global menekan laju perubahan iklim. Hutan, menurutnya, bukan hanya sumber daya nasional, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga kehidupan dunia. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran Indonesia melampaui batas geografisnya.

Lebih lanjut, ia sampaikan bahwa potensi ekosistem seperti hutan, lahan, dan mangrove menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon terbesar. Dengan pengelolaan yang terukur dan berbasis data, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang investasi hijau bernilai tinggi yang mampu menarik minat pasar internasional.

Fenomena perubahan iklim, lanjutnya, kini tidak lagi bersifat teoritis. Dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, solusi berbasis alam menjadi pilihan strategis karena mampu mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Putra Terbaik Lombok Timur Hadi Gunawan Menjabat Kapolda NTB

Menutup pidatonya, Sari Yuliati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional dan pemangku kepentingan lainnya dinilai krusial untuk memastikan pasar karbon Indonesia berjalan secara kredibel. Sehingga, memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat domestik maupun komunitas global.

“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia bukan hanya dalam diplomasi iklim, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tidak Digubris Duta Besar, inilah Pengakuan Gaetano Di Carluccio, Warga Italia Terjerat Narkotika di Pulau Lombok
Stok Gas Elpiji 3 Kg di Lotim Aman Versi Pertamina, Faktanya Rakyat Berebut Siapa Cepat Dia Dapat
HKMAN ke-27 Refleksi Perjuangan Hak Masyarakat Adat di Bumi Patuh Karya
Kunjungan Menteri Kehutanan di Lombok Timur, 560 Hektare Hutan Resmi Dikelola Rakyat
Semrawut Tata Kelola Selaparang Finansial, LK2T Dorong Pemangku Kebijakan Audit Total Jajaran Direksi dan Komisaris
Balas Dendam Kematian Ali Khamenei, Rudal Balistik Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Armada Amerika
Miris, Mencuri Labu untuk Buka Puasa, Pria asal Cianjur Dianiaya hingga Tewas
Penuh Haru, Awak Media Lepas Sosok AKP I Made Dharma Yulia Putra Jelang Akhir Masa Pengabdian di Polres Lotim
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 18:20 WIB

Tidak Digubris Duta Besar, inilah Pengakuan Gaetano Di Carluccio, Warga Italia Terjerat Narkotika di Pulau Lombok

Thursday, 16 April 2026 - 23:01 WIB

Hadiri Diskusi Lintas Negara, Sari Yuliati Tegaskan Peran Hutan Indonesia sebagai Aset Strategis di Pasar Karbon Global

Monday, 16 March 2026 - 22:29 WIB

HKMAN ke-27 Refleksi Perjuangan Hak Masyarakat Adat di Bumi Patuh Karya

Saturday, 7 March 2026 - 10:34 WIB

Kunjungan Menteri Kehutanan di Lombok Timur, 560 Hektare Hutan Resmi Dikelola Rakyat

Thursday, 5 March 2026 - 20:32 WIB

Semrawut Tata Kelola Selaparang Finansial, LK2T Dorong Pemangku Kebijakan Audit Total Jajaran Direksi dan Komisaris

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page