MEDIA SUARA NURANI – Upaya menjaga keseimbangan lingkungan kian menemukan momentumnya di panggung global. Terlebih lagi, Indonesia memiliki posisi penting dalam mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi.
Penjelasan itu dikemukakan Wakil Ketua DPR RI, Hj.Sari Yuliati saat menghadiri forum diskusi internasional bertajuk “Towards High Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” di Washington DC Amerika Serikat. Kamis (16/4/2026).
Dalam forum tersebut, ia menyampaikan komitmen Indonesia bukan hanya sebatas wacana, melainkan langkah konkret dalam merespons krisis iklim yang semakin nyata. Di hadapan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi internasional, Sari Yuliati menekankan pentingnya sistem pasar karbon yang transparan, akuntabel, dan dapat dipercaya.

Diterangkannya, Indonesia negara dengan kawasan hutan tropis yang luas, memiliki tanggung jawab sekaligus peluang strategis dalam upaya global menekan laju perubahan iklim. Hutan, menurutnya, bukan hanya sumber daya nasional, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga kehidupan dunia. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran Indonesia melampaui batas geografisnya.
Lebih lanjut, ia sampaikan bahwa potensi ekosistem seperti hutan, lahan, dan mangrove menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon terbesar. Dengan pengelolaan yang terukur dan berbasis data, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang investasi hijau bernilai tinggi yang mampu menarik minat pasar internasional.
Fenomena perubahan iklim, lanjutnya, kini tidak lagi bersifat teoritis. Dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, solusi berbasis alam menjadi pilihan strategis karena mampu mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menutup pidatonya, Sari Yuliati mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional dan pemangku kepentingan lainnya dinilai krusial untuk memastikan pasar karbon Indonesia berjalan secara kredibel. Sehingga, memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat domestik maupun komunitas global.
“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia bukan hanya dalam diplomasi iklim, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” pungkasnya.






