LOMBOK TIMUR, – Berbagai instrumen dan pendekatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dalam memaksimalkan capaian Pendapatan Aseli Daerah (PAD) ternyata, bukan hanya isapan jempol belaka.
Bukan tanpa alasan, guna memaksimalkan capaian PAD, Bapenda Lombok Timur, kini menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, untuk turun langsung mensosialisasikan pajak, agar warga taat pajak.
Kepala Bapenda Lombok Timur, Muksin.S.KM.,MM., ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2025), membenarkan hal tersebut. Dipaparkannya, Bapenda merupakan ujung tombak selaku gerbong terdepan dalam pencapaian PAD. Terutama dalam mensosialisasikan peran penting pajak sebagai sumber penyangga pembangunan daerah.

Lebih jauh disampaikan Kepala Bapenda, bahwa kehadiran BPK RI, selain memantau kepatuhan atas pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) juga turun langsung mensosialisasikan kesadaran warga untuk taat pajak.
“Giat bersama BPK RI telah kita gelar sejak tanggal 20 Oktober 2025 lalu, bersama sejumlah OPD terkait,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, sambung mantan Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tersebut, dalam kunjungan kepada para Wajib Pajak (WP) tim BPK RI dibagi menjadi 4 tim antara lain: Tim Bapenda, Tim Inspektorat, Tim PUPR, dan Tim PPNS dari satuan Polisi Pamong Praja.
Dijelaskannya, setiap tim akan menyebar dan menyasar sejumlah wajib pajak antara lain: pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) seperti tambang galian C, pajak restoran, pajak perhotelan, dan sejumlah titik wajib pajak lainnya.
“Giat ini masive kita gelar dalam rangka mengoptimalkan capaian PAD di bumi patuh karya. Semoga kita semua memahami, bahwa membayar pajak bukan hanya kewajiban semata. Melainkan wujud kontribusi nyata untuk kemajuan daerah kita,” pungkasnya.






