LOMBOK TIMUR – Dengan duduk bersama, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, sebagaimana dibalik kegelapan selalu ada cahaya yang menanti.
Kalimat bijak tersebut pantas disematkan pada dua pemimpin daerah, yakni Bupati Lombok Timur (Lotim) H.Haerul Warisin dan Bupati Lombok Tengah H.Lalu Fathul Bahri. Kedua Bupati tersebut akhirnya bertatap muka penuh kehangatan membahas polemik Pariwisata Desa Ekas Buana dan pro kontra ketegasan Bupati Lotim yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Kebersamaan dua politisi partai gerindra tersebut seakan menjawab hubungan internal mereka tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meskipun dalam struktur kepengurusan partai, H.Lalu Fathul Bahri adalah Ketua DPD Partai Gerindra NTB, sedangkan H.Haerul Warisin adalah Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Timur. Namun, hal itu tidak mengurangi soliditas dan loyalitas keduanya terhadap partai yang ketuai oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto tersebut.
Bupati Lombok Timur yang akrab disapa H.Iron pada kesempatan itu menyampaikan maksud pertemuan tersebut adalah pembahasan kesepakatan terkait pengaturan pola dan tehnis yang lebih rinci terkait Pariwisata di Ekas Buana.
“Dalam minggu ini dua kadis Pariwisata bersama pihak terkait. Baik Pemda Lotim maupun Loteng akan mencari solusi terbaik terhadap pengaturan tatakelola kawasan Ekas Buana dan sekitarnya agar bisa membawa keberkahan pada pada masyarakat kita. Khususnya, dua daerah yang bersebelahan ini,” ucapnya di Prime Park Mataram, Rabu (25/6/2025).

Terpisah, salah satu warga Sakra Barat, M.Nurul Wathoni, M.Pd, memberikan apresiasi atas pertemuan dua kepala daerah tersebut dan berharap polemik viralnya kasus Ekas Buana berakhir, seiring dengan canda tawa dan kebersamaan orang nomer satu di Bumi Patuh Karya dan bumi Tatas Tuhu Trasna.
“Pemimpin kita sudah bertemu untuk memberikan solusi terbak untuk dua wilayah. Itu artinya, polemik Ekas Buana telah berakhir, marilah kita rajut kembali ukhuwah dan persaudaraan dengan riang dan gembira antara masyarakat Lombok Timur dan Lombok Tengah. Selalu ada makna disetiap musibah seperti pesona Ekas Buana yang kini menjadi sorotan wisatawan mancanegara,” pungkasnya.






