LOMBOK TIMUR, – Semilir angin berhembus diantara lembah, sinar mentari pagi berbisik di ufuk timur. Diantara kabut pagi yang mendekap, langkah langkah kecil para pencari ilmu dari Pers ITSKes Muhammadiyah Selong Lombok Timur yang menggelar diklat jurnalistik.
Disana, mahasiswa bukan hanya merangkai kata menulis unsur berita 5W + 1 H (What, When, Where, Why, Who, & How). Namun lebih dari itu, kata-kata lahir bukan hanya dari pena, melainkan dari jiwa yang menyatu dengan alam. Ditengah hamparan ngarai nan hijau dibawah kaki langit, diantara tenda tenda mahasiswa yang berselimut kabut tipis terhampar panorama indahnya savana membentang yang dikenal dengan nama Gerbang Langit.

Gerbang Langit adalah destinasi wisata alam camping ground yang berada di Batu Tepong, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Lokasinya hanya berjarak 15 kilometer dari pusat Kota Selong dan hanya menempuh kurang dari setengah jam dengan kendaraan bermotor.
Panitia Diklat Jurnalistik Tia Ervina Sahara Wardani bersama Ketua Pers Mahasiswa M.Anwar Fadhlul Rizqiadi kepada awak media, di Gerbang Langit, Sabtu (18/10/2025) mengatakan, pelatihan tersebut dalam rangka meningkatkan kompetensi ilmu jurnalistik, terutama para anggota baru Pers ITSKes yang baru saja dilantik.
Dijelaskannya, pemilihan lokasi Gerbang Langit camping ground adalah lokasi yang representatif sembari membangun chemistry sekaligus membangun keakraban antar mahasiswa.
Ditempat yang sama, pemateri diklat jurnalistik yang akrab disapa bang Jon, salah satu pembina Pers ITSKes Muhammadiyah Selong, mengapresiasi atas giat yang digelar panitia.
Menurutnya, menjadi wartawan profesional harus memiliki kompetensi, bukan hanya belajar tentang penulisan berita. Selain itu, wartawan harus memiliki karakteristik jurnalistik, seperti memiliki mental untuk mewawancarai narasumber, mengedepankan adab dan sopan santun serta memahami dan menguasai kode etik jurnalistik yang tertuang dalam peraturan dewan pers. Serta, memahami payung hukum tentang kerja jurnalistik yang diatur dalam Undang Undang Pers Nomer 40 tahun 1999.

Yang tidak kalah penting menurut Pimpinan Umum Media Suara Nurani tersebut, adalah bagaimana Pers Mahasiswa menguasai teknik wawancara yang benar.
Untuk mengasah kompetensi para jurnalistik kampus. Pada kesempatan itu, ia memberikan praktikum langsung untuk mewawancarai pengelola Gerbang Langit. “Teknik wawancara ini, semata mata untuk melatih kemampuan pers ITSKes dan akan langsung saya muat dalam media,” ujarnya disambut antusias para mahasiswa.
Sementara itu, Amak Moza pengelola Gerbang Langit Camping Ground, saat sesi tanya jawab membeberkan destinasi wisata yang dikelolanya resmi beroperasi sejak tahun 2024 lalu.
Lebih jauh disampaikan, pesatnya peminat Gerbang Langit tidak instan, melainkan melalui proses panjang. Ditambah lagi, dengan dukungan Pemdes Pengadangan. Menurutnya, sosok Iskandar Kepala Desa Pengadangan dimatanya, adalah sosok pemimpin yang inovatif dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi kepada masyarakat.

Meskipun tergolong seumur jagung, namun ia optimis keberadaan destinasi wisata alam camping ground yang dikelolanya mendapat respon positif dari pengunjung. Hal itu terlihat dari meningkatnya bokingan bukan hanya dari pulau Lombok, tapi dari luar daerah. Terutama, pada hari libur nasional dan akhir pekan.
Bagi para pencinta destinasi wisata alam, sambung Amak Moza, Gerbang Langit akan memanjakan mata pengunjung dengan hamparan panorama hijau ditengah sejuknya suasana alam yang sejuk nan asri.
“Bagi kami, Gerbang Langit bukan hanya sekedar nama, namun secercah harapan untuk anak cucu kami. Kehadiran Gerbang Langit bagaikan mata air di padang nan gersang. Tempat kami menggantungkan kehidupan, hingga akhir menutup mata,” ucapnya sembari menyeka peluh di kening.
Penulis: Sarjono. S.AP
Pimpinan Umum Media Suara Nurani






