LOMBOK TIMUR – Seniman dalam seni rupa (Perupa) merupakan aset yang bisa mendatangkan Pendapatan Aseli Daerah (PAD) bagi pemerintah apabila dikelola dengan baik. Terlebih lagi bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata.
Penjelasan itu disampaikan oleh Yanto alias Datok salah satu seniman seni rupa, saat “Live Painting Talk Show Discussion Bersama Wakil Bupati” yang digelar di Dusun Kesambik Elen, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Minggu (6/4/2025).
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan aspirasi para seniman agar diberikan suport dan dukungan terhadap keberadaan komunitas para seniman. Salah satunya wadah galery umum tempat terpusatnya tempat kesenian dan kebudayaan.
“Harapan kami, semoga Pemda Lombok Timur memberikan wadah, para seniman baik yang tergabung dalam seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater, seni sastra, dan seni budaya untuk mengembangkan bakat seni,” ujar Datok.
Lebih jauh disampaikan, wadah itu diharapkan bisa mewujudkan visi mereka yakni melahirkan seniman berkwalitas dan terdepan di Provinsi NTB.
Sementara, Kepala Dispora Lotim melalui Sekretaris dr.H.Kurnia Akmal menyampaikan, saat ini Dispora belum bisa masuk di bidang seni rupa terkendala nomenklatur. Karena menurutnya yang paling tepat pada dinas pendidikan bidang budaya atau pada dinas pariwisata,
Prinsipnya sambung Kurnia Akmal, Dispora akan mengakomodir pemuda berprestasi dalam bidang kepemudaan dan olahraga misal nya ada pegiat seni rupa yang berprestasi. Dalam hal ini Dispora bisa mengeksekusi.
“Bidang dispora ada anggaran untuk prestasi bukan hanya bidang olahraga, termasuk bidang seni rupa, seni tari fashion show dan sebagainya, yang terpenting ada disposisi dari pimpinan,” ujarnya.
Adapun terkait dengan wadah, ia menyebut gedung pemuda dan mahasiswa bisa dijadikan wadah bagi pemuda yang memiliki kegiatan. Ia mengakui saat ini seni rupa belum memiliki wadah tetap.
“Untuk saat ini, Seruni Coffee (Seco) yang berpusat di Pancor Trade Center (PTC) menjadi wadah tempat memamerkan karya seni para Seniman Seni Rupa (Perupa) di Lombok Timur,” bebernya.
Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Lotim, Ir.H.Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, mengatakan Pemerintah Daerah akan memberikan suport dan dukungan terhadap kegiatan para seniman baik Seni rupa, teater, sastra dan segala aktifis positip masyarakat Lombok Timur. Sehingga, bernilai ekonomi
Dijelaskan H.Edwin, selain para seniman jumlah penduduk yang berkisar 1,4 juta jiwa juga merupakan aset besar yang harus dikelola dengan baik. Terlebih dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045 jumlah angkatan kerja hampir mencapai 70 persen.
Meskipun diakui belum bisa mengakomodir secara maksimal, disebabkan Pemda Lotim bukan daerah industri atau daerah penghasil tambang yang memiliki sumber PAD yang besar.
Kendati demikian, sambungnya Pemda Lotim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bisa mengakomodir pemuda berprestasi dalam bidang seni dan kebudayaan. Sebut saja Dispora ada pemilihan pemuda pelopor bagi pemuda yang memiliki hasil karya untuk dijadikan peluang usaha dan menopang perekonomian seperti lukisan hasil karya rekan rekan seniman seni rupa.
Dijelaskan politisi PAN tersebut, semenjak dilantik menjadi Wakil Bupati dalam pemerintahan yang mengusung jargon Smart, dirinya telah meminta semua OPD untuk mencatat nama nama tenaga IT baik operator maupun programer. Hal itu bertujuan untuk membangun iklim digital sebagaimana program Smart yang diusung pasangan H.Haerul Warisin dan H., Moh Edwin Hadiwijaya.
Hadir pada kesempatan itu, Kadis PMD, Sejumlah pejabat dari Dinas Pariwisata, Dispora, BPBD, dan stage holder terkait serta sejumlah pegiat cabang seni rupa, seni sastra, Seni teater dan sejumlah seniman lainnya.






