Program Lumbung Pangan Baznas, Berhasil merubah Mustahiq menjadi Muzakki

- Editor

Thursday, 7 May 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Baznas dan jajaran bersama Petani

Foto: Ketua Baznas dan jajaran bersama Petani

LOMBOK TIMUR – Ikhtiar dan perjuangan sungguh sungguh tidak akan mengkhianati hasil. Kalimat bijak itu kini terasa nyata di tengah hamparan sawah para petani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Di balik bulir padi yang menguning, tersimpan kisah perjuangan masyarakat kecil yang perlahan bangkit menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Program Lumbung Pangan yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas RI berhasil menghadirkan harapan baru bagi para petani binaan. Tidak sekadar meningkatkan hasil panen, program tersebut juga membuka jalan perubahan status sosial ekonomi masyarakat tani yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.

Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. M. Hamidi, M.Pd, kepada awak media, Kamis (07/05/2026) mengatakan, pengelolaan zakat secara produktif terbukti mampu menjadi solusi nyata dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskannya, perubahan paling membanggakan dalam program tersebut adalah lahirnya para muzakki baru dari kalangan petani binaan. Mereka yang sebelumnya berstatus mustahiq atau penerima zakat, kini telah mampu mengeluarkan zakat dari hasil usaha pertaniannya sendiri.

Baca Juga :  Kolaborasi Baznas Lotim dan BPJS Ketenagakerjaan, Wujud Perlindungan Sosial Berkelanjutan pada Guru Swasta

“Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Baznas RI dan Baznas Lombok Timur membawa dampak besar bagi kehidupan petani. Pendapatan mereka kini sudah melampaui nisab sehingga dapat menunaikan zakat mal. Ini menjadi momentum bersejarah karena mereka telah bertransformasi dari penerima menjadi pemberi,” ujarnya.

Menurut Dr. Hamidi, perubahan tersebut bukanlah proses yang instan. Para petani menjalani pendampingan intensif mulai dari pengelolaan lahan, pola tanam, hingga manajemen hasil panen. Ketekunan dan semangat mereka menjadi kunci keberhasilan program yang kini mulai dirasakan manfaatnya secara luas.

Di sejumlah desa binaan, suasana panen tahun ini terasa berbeda. Wajah para petani tampak lebih cerah dibanding musim musim sebelumnya. Hasil pertanian yang meningkat memberikan rasa percaya diri baru bagi keluarga mereka. Tidak sedikit petani yang mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mampu menyalurkan zakat dari jerih payah sendiri.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para petani kita. Mereka merasakan kebanggaan karena hasil panen yang diperoleh mampu membantu sesama melalui zakat. Ada rasa syukur dan haru yang sulit digambarkan,” ujar Waka Baznas.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor Menguat, TP PKK Lombok Timur Tancap Gas Wujudkan Lotim Smart

Lebih jauh disampaikan, keberhasilan Program Lumbung Pangan menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi dapat dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pengelolaan yang profesional dan tepat sasaran, terlebih lagi, zakat merupakan solusi memutus rantai kemiskinan di daerah pedesaan.

Atas capaian tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk memperkuat semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi. Ajakan itu ditujukan kepada seluruh aparatur sipil negara, pelaku usaha, petani, hingga masyarakat umum agar bersama sama membangun kemandirian ekonomi umat.

“Ketika zakat dikelola dengan amanah dan profesional, manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Masyarakat tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi ikut menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat,” tegasnya.

Program Lumbung Pangan Baznas Lombok Timur kini menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan kepedulian sosial dapat melahirkan perubahan nyata. Dari sawah sawah sederhana di Lombok Timur, lahir cerita tentang perjuangan, harapan, dan kebangkitan masyarakat tani menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Berita Terkait

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas
Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral
Menjaga Asa Pahlawan Devisa, Disnakertrans Lotim Perkuat Layanan Pengaduan
Pimpin Hari Santri di Lombok Timur, Wabup Edwin: Dari Bumi Patuh Karya Menyongsong Indonesia Emas
Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan
Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Bupati Iron Lantik Pejabat Baru, Parihin Jadi Inspektur dan Husnul Basri Kadis Dukcapil
Lantik Pejabat Baru, Bupati Lotim Sentil Carut Marut Pelayanan BPJS Kesehatan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 16:32 WIB

Delapan Tahun Mengabdi, FWMO Lombok Timur Dorong Pers Profesional dan Berintegritas

Friday, 23 October 2026 - 19:48 WIB

Sinergitas untuk Umat, Baznas Lombok Timur Gencar Perluas Kolaborasi Lintas Sektoral

Thursday, 22 October 2026 - 10:44 WIB

Pimpin Hari Santri di Lombok Timur, Wabup Edwin: Dari Bumi Patuh Karya Menyongsong Indonesia Emas

Wednesday, 21 October 2026 - 22:26 WIB

Hadiri GPIPS NTB, Wakil Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Pasokan Pangan

Tuesday, 20 October 2026 - 16:13 WIB

Lombok Research Center Gandeng BMKG dan Dinas PMD Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page