SUMENEP – Bulan Suci Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum kebangkitan ekonomi lokal melalui tangan tangan kreatif pelaku UMKM di setiap lapak takjil.
Kalimat bijak tersebut menggambarkan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui Festival Bazar Takjil yang digelar di area depan Labang Mesem Keraton, Jumat (20/02/2026).
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan, kegiatan yang bernuansa religi tidak sekedar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai strategi konkret dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, Ramadhan harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, termasuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Festival ini diharapkan menjadi ruang ekonomi kreatif yang terbuka dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Kami berkomitmen mendorong UMKM agar terus tumbuh dan naik kelas, serta memiliki daya saing yang kuat. Bazar takjil ini menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan,” kata Bupati Sumenep.
Ia juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga mutu produk, kebersihan, serta keamanan pangan yang dijualnya. Kepercayaan masyarakat, kata dia adalah modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Bupati menekankan agar para penjual takjil tidak melakukan praktik yang merugikan para konsumen. Terutama dalam menjaga kualitas dan pelayanan. Serta, harga yang ditawarkan juga harus tetap wajar dan terjangkau.
Pada Festival Bazar Takjil Ramadhan 2026 ini, sebanyak 143 stand resmi turut ambil bagian, termasuk didalamnya melibatkan 40 pelaku UMKM tanpa stand, namun tidak mengurangi kemeriahan Festival Bazar tersebut. Beragam menu khas berbuka puasa tersedia, mulai dari jajanan tradisional, aneka minuman segar, hingga kuliner modern yang setiap sore dipadati pengunjung menjelang waktu adzan magrib.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap suasana Ramadhan tidak hanya memperkuat nilai ekonomi, tetapi juga mempererat kebersamaan serta mendorong terwujudnya daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Penulis: Kaperwil Jatim






