LOMBOK TIMUR – Konsolidasi dan silaturahmi dalam partai politik adalah kunci untuk menumbuhkan semangat juang para kader.
Begitupula dengan para punggawa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur (Lotim) bersama Seluruh kader Pengurus Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Lombok Timur dan para wakil rakyat menggelar acara silaturahmi dan diskusi di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Selong Lotim (23/11/2025).
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur, Lalu Husnan Karyadi,S.Pd, dalam pidatonya mengatakan, bahwa giat tersebut dalam rangka membangun silaturahmi sekaligus diskusi mendengar berbagai aspirasi dari PAC.

Pertemuan itu menurutnya adalah bagian dari koreksi dan pembenahan internal partai. Salah satunya karena berkurangnya satu kursi DPRD di dapil I pasca meninggalnya almarhum Saipurruhaidi yang merupakan perwakilan Dewan dapil I.
Sehingga,menurutnya dipandang perlu untuk melakukan diskusi internal dan konsolidasi bersama para punggawa Partai berlambang Ka’bah tersebut.
Selain itu, Lalu Husnan Karyadi membeberkan adanya dualisme internal pada Muktamar ke XI beberapa waktu lalu. Kendati demikian, menurutnya hal itu adalah dinamika politik dan telah diselesaikan dengan cara damai antara kedua belah pihak.
“Perbedaan adalah bagian dari dinamika politik, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bersinergi menyatukan langkah untuk PPP yang lebih baik,” tuturnya.

Hal senada disampaikan, Sekretaris DPC Partai PPP Farouk Bawazier, ditegaskannya, semua anggota DPRD dari Partai PPP membuka diri terhadap masukan dan aspirasi dari rekan rekan PAC.
Tentunya, sambung Wakil Ketua Komisi III tersebut antara anggota dewan dan PAC tetap bersinergi sehingga terbangun komunikasi yang baik.
Lebih jauh disampaikan, Ketua Cabor Perbasi Lotim itu, bahwa dirinya bersama dewan yang lain tetap membuka diri untuk semua kader. Bahkan, bagi kader yang memiliki usaha UMKM, ia menyarankan untuk membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Setelah itu terbentuk, kata Farouk Bawazier, masing masing PAC mengajukan kepada masing masing anggota dewan yang mewakili dapil tersebut.
“Pintu anggota DPRD Partai PPP terbuka lebar untuk para kader PAC, tentunya semua itu tidak terlepas dari komunikasi yang baik” ucapnya disambut tepuk tangan para kader PAC.
Sementara, anggota dewan PPP dari dapil III
Saeful Bahri, S.Sos, dalam pidatonya mengatakan pendapatnya tidak jauh berbeda dengan anggota dewan yang lain. Namun, yang paling utama menurutnya adanya kerangka kerja yang jelas, sehingga PAC mengetahui tugas pokok dan fungsinya.
Tidak jauh berbeda, dengan anggota DPRD Dapil V, Supriadi,M.Kep, pada kesempatan itu menerima dengan lapang dada masukan dan kritikan dari kader PAC yang menyoroti agar kegiatan reses tidak monoton hanya di satu wilayah.
“Ke depan kita akan upayakan untuk menggelar reses di wilayah Kecamatan Pringgabaya dan wilayah dapil V sebagaimana masukan dari rekan rekan PAC,” ucapnya singkat.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Provinsi Partai PPP H.Ruhaiman,SE.MM, ikut serta mengamini statemen para anggota dewan dari PPP.
Disampaikannya, dalam kegiatan reses nanti akan diupayakan semaksimal mungkin agar kegiatan reses digelar di masing masing wilayah, dengan melibatkan kader PAC sebagai koordinator.
“Pada setiap reses, kita upayakan semaksimal mungkin di semua wilayah dan dikoordinir oleh masing masing PAC. Hal ini adalah wujud pemberdayaan PAC selaku motor penggerak partai,” pungkas Tuan Guru Ruhaiman.
Dalam dunia politik, keberadaan PAC seringkali dipandang sebelah mata. Padahal hakikatnya, peran PAC denyut nadi partai yang selalu berjalan membawa nama partai bukan sebagai beban, tetapi sebagai amanat yang harus dijaga dengan kehormatan.
Jika dianalogikan partai adalah sebuah pohon besar yang berbuah lebat, maka PAC adalah akar-akar yang menembus tanah, menyerap kekuatan dari bumi, serta memberi kehidupan ke seluruh batang dan ranting. Tanpa akar, pohon itu akan tumbang meski batangnya tampak tegak. Tanpa PAC, partai hanya simbol tanpa ruh.






