Pergi Tanpa Pesan Pulang Terbungkus Kain Kafan, Kematian Buruh Migran Asal Lotim Menyayat Hati Mengundang Empati

- Editor

Wednesday, 8 October 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hulutiah Buruh Migran asal Apitaik Lotim terbujur kaku tak bernyawa

Foto: Hulutiah Buruh Migran asal Apitaik Lotim terbujur kaku tak bernyawa

LOMBOK TIMUR, – Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah salah satu penyumbang devisa negara, tidak heran jika mereka dijuluki Pahlawan Devisa. Namun faktanya, tidak sedikit dari mereka menjadi korban agen ilegal / pengerah tenaga kerja nakal yang tidak bertanggungjawab. Secercah harapan mereka harus kandas oleh bujuk rayu calo ilegal. Bahkan, tidak jarang dari Buruh Migran dijadikan budak, korban kekerasan hingga harus meregang nyawa di negeri rantauan demi sebuah pundi pundi untuk keluarga mereka, karena getirnya kehidupan di negeri sendiri.

Sebagaimana yang dialami oleh Hulutiah (46) buruh migran asal Gubuk Motong, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. Perempuan malang itu harus kehilangan nyawa dengan luka lebam di sekujur tubuh dan wajahnya. Kematiannya menimbulkan tanya dan menyisakan pilu begitu getirnya perjuangan para pahlawan devisa. Kematian Hulutiah menambah catatan panjang korban Pekerja Migran Indonesia.

Menyikapi hal itu, Samsul Hadi yang mewakili keluarga korban, usai Hearing dengan komisi II DPRD Lombok Timur, Selasa, (07/10/2025), mengatakan, kronologi kejadian berawal saat Hulutiah hendak mengadu nasib sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Kota Abu Dhabi Uni Emirat Arab.

Melalui bujuk rayu dan janji manis seorang calo pengerah tenaga kerja yang bernama Sanusi alias Cae yang beralamat di Dasan Lian Kecamatan Aikmel. Korban diketahui diberangkatkan pada tanggal 3 September 2025 untuk menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri.

Tapi naas, betapa terperanjatnya keluarga korban mendengar kabar bahwa Hulutiah telah meninggal dunia dari salah satu warga kampung. Firasat keluarga akhirnya terjawab dengan pemulangan jenazah korban pada tanggal 26 September 2025 lalu.

“Bagaimana kami tidak terperanjat kaget, hanya berjarak kurang dari satu bulan keberangkatan korban dari sidoarjo Jawa Timur. Kini dia pulang meregang nyawa dibungkus kafan dengan luka lebam dan membiru mengoyak perasaan kami sekeluarga,” ucapnya sembari mengusap air matanya.

Baca Juga :  Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase

Dibeberkan Samsul Hadi, korban sempat berkirim pesan dan melakukan panggilan dengan adiknya yang bernama Sumar yang saling menanyakan kabar melalui pesan pribadi pada 25 September lalu.

Menurutnya, kematian korban menyisakan tanda tanya besar pihak keluarga tentang penyebab kematian korban yang hanya berjarak kurang dari dari satu bulan Hulutiah dipulangkan dengan kondisi terbujur kaku tak bernyawa.

“Kami selaku keluarga dari Hulutiah, memohon kepada Bupati Lombok Timur dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kematian saudara kami Hulutiah, termasuk membongkar sindikat ini, khususnya para calo/tekong yang memberangkatkan saudara kami secara ilegal,” ujarnya sembari mengucapkan apresiasi lepada Komisi II DPRD Lombok Timur dan pemerhati Buruh migran SBMI dan semua pihak yang telah berpartisipasi memberi atensi atas kematian Hulutiah.

Sementara, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (NTB) Usman.S.Pd, dengan lantang mengatakan, ia dan jajaran nya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, salah satu faktor Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menjadi ilegal karena ketidaktahuan mereka tentang bagaimana menjadi CPMI resmi, bagaimana prosedur CPMI yang benar, termasuk perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja yang terverifikasi pada Disnakertrans.

Foto: Ketua SBMI NTB Usman.S.Pd

Padahal, kata Usman di Lombok Timur telah disahkan Perda Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Lombok Timur adalah satu satunya Pemerintah Daerah yang telah memliki Perbup Perlindungan Pemberdayaan Pekerja Migran di Indonesia.

“Karena kurangnya sosialisasi Pemerintah Daerah sehingga tidak diketahui oleh publik. Jangankan masyarakat awam, bahkan kepala wilayah dan Kepala Desa jarang yang tau Perbup tersebut karena kurangnya sosialisasi,” tutur pria asal Sakra Timur tersebut.

Baca Juga :  Pro kontra Bupati Lotim Usir Boatman di Teluk Ekas, Ketua DPRD: Bukan Arogan itu Bentuk Pembelaan pada Warganya

Meskipun, ia tidak menafikan, maraknya oknum calo/tekong ilegal lebih cepat dipercaya dengan rayuan dan janji manis mereka. “Dengan iming iming gaji tinggi dan pemberangkatan cepat tanpa melihat agen/sponsor yang mereka ikuti legal atau tidak, adalah penyebab maraknya kaum awam tertipu,” tutur Usman pada awak media.

Seperti halnya dengan korban Hulutiah, sebut Usman adalah dari ribuan kasus kekerasan pada CPMI yang diberangkatkan secara ilegal karena ketidaktahuan mereka. Adapun penyebab kematian korban diduga karena adanya kekerasan pada jasad korban. Hal itu dibuktikan dengan luka lebam disertai darah yang keluar dari tubuh korban sebelum dikebumikan.

Foto: Suasana hearing keluarga korban didampingi SBMI NTB di Aula DPRD Lotim

Pada kesempatan itu, Ketua SBMI NTB bersama elemen terkait dengan tegas akan melakukan pendampingan pada keluarga korban untuk membongkar sindikat tersebut.

“Kami juga berharap, Pemda Lombok Timur bersama seluruh elemen terkait untuk bersinergi memberantas praktik unprosedural yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, minimal memberikan dukungan moral untuk mewujudkan secerah harapan untuk para pahlawan devisa,” ujar Usman penuh bijak.

Menyikapi permasalahan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, Drs.H.Muhammad Holdi, mengamini statemen pemerhati SBMI, bahwa maraknya CPMI ilegal salah satu penyebabnya adalah ketidaktahuan warga khususnya masyarakat awam yang berada di pelosok desa.

“Maka dari itu, untuk meminimalisir adanya praktek praktek unprosedural yang dilakukan oleh para calo/tekong ilegal, pada tahun mendatang kita akan anggarkan dana sosialisasi disnakertrans untuk mengedukasi warga pentingnya mengetahui mekanisme menjadi Pekerja Buruh Migran yang legal dan benar,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu politisi partai Gerindra itu mengucapkan apresiasi mendalam kepada para N.G.O, aktivis pemerhati buruh migran SBMI atas kiprah mereka mengawal para pahlawan devisa.

Berita Terkait

Rumah Kerabat Direktur PDAM Giri Menang di Selong Lotim Digeledah KPK, Faukanuri: Penyidik Memeriksa Terkait Kasus Lombok Barat
Melanggar Regulasi, Pembukaan Jalan di Tanah Wakaf TPU Desa Jantuk Menuai Penolakan Warga
Mobil Pengangkut Pasir Galian C Tebar Ancaman, Tumpahan Pasir jadi Pemicu Kecelakaan
Pesan Laptop di Tiktok Shop yang Datang Botol Mineral, Dosen asal Lotim Tempuh Jalur Hukum
Warga Labuhan Haji Digegerkan Penemuan Mayat di Pesisir Pantai
Nelayan Batu Nampar Selatan Hilang Saat Melaut
Kuota BBM Menipis Nelayan Menjerit, SMS Gelar Aksi Bersama Warga
Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor
Berita ini 739 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 12:00 WIB

Rumah Kerabat Direktur PDAM Giri Menang di Selong Lotim Digeledah KPK, Faukanuri: Penyidik Memeriksa Terkait Kasus Lombok Barat

Friday, 24 July 2026 - 20:42 WIB

Melanggar Regulasi, Pembukaan Jalan di Tanah Wakaf TPU Desa Jantuk Menuai Penolakan Warga

Monday, 8 June 2026 - 22:05 WIB

Mobil Pengangkut Pasir Galian C Tebar Ancaman, Tumpahan Pasir jadi Pemicu Kecelakaan

Friday, 5 June 2026 - 23:04 WIB

Pesan Laptop di Tiktok Shop yang Datang Botol Mineral, Dosen asal Lotim Tempuh Jalur Hukum

Thursday, 4 June 2026 - 12:13 WIB

Warga Labuhan Haji Digegerkan Penemuan Mayat di Pesisir Pantai

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page