LOMBOK TIMUR – Menyikapi video baru baru ini terkait aksi Bupati Lombok Timur (Lotim) H.Haerul Warisin mengusir Boatman asal Lombok Tengah yang membawa tamu asing di area surfing di perairan Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru beberapa waktu lalu. Akhirnya, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat angkat bicara.
Kepada Media Suara Nurani, Widayat membeberkan bahwa dirinya bersama jajaran kerapkali berkunjung dan meninjau area surfing di Ekas Buana. Ia mengaku bahwa boatman dari Kabupaten Lombok Tengah memang mendominasi perairan laut di Teluk Ekas.
Bukan itu saja, para peselancar di Lotim sering mendapat intimidasi dari luar wilayah maka dari itu perlu adanya regulasi untuk, mengatur kenyamanan para wisatawan tersebut.
Dibeberkannya, ia kerap melihat boatman dari wilayah Loteng yang membawa tamu wisatawan asing berselancar di laut Ekas Buana dan tidak pernah bersandar di darat. Maka dari itu, ia ingin menggagas regulasi dengan berkoordinasi dengan bagian hukum di Pemda lotim.
“Untuk difahami, Pemda bukannya melarang, siapapun warga negara bahkan semua bangsa dunia boleh berwisata di Teluk Ekas. Akan tetapi kapalnya bersandar di darat, paling tidak izin pada penduduk Ekas dan memberikan dampak ekonomi baik berbelanja dan bermain ombak dengan waktu yang disepakati,” ujarnya (20/6/2025).
Lebih jauh disampaikan, jam berselancar pun ada waktunya, karena jika ombak itu tidak diatur waktu berselancarnya dikhawatirkan akan muncul berbagai kelompok baik itu pemula (amatir) profesional nah jika itu bersamaan maka dikhawatirkan akan memicu kecelakaan/tabrakan antar peselancar.
“Kecelakaan itu sering terjadi di Teluk Ekas dan memakan korban jiwa, haruskah kita diam,” paparnya.
Menurutnya, aksi bupati lotim menegur boatman tersebut sangat heroik tidak berdiri sendiri, namun itu merupakan akumulasi dari berbagai peristiwa yang dialami rakyatnya.
“Apakah salah seorang pemimpin seperti bupati turun langsung melindungi rakyatnya atas berbagai permasalahan yang terjadi. Rentetan kejadian yang sering membawa petaka di Teluk Ekas akankah kita diam,” ucapnya dengan nada bertanya.
Sementara, Stafsus Bidang Pariwisata Akhmad Roji, pada kesempatan itu menegaskan, bahwa tugasnya saat ini sebagaimana amanat Bupati adalah merekonstruksi, mendalami, merumuskan dan memberikan solusi dikawasan teluk ekas dan fokus menyelesaikan isu tersebut.






