Siswa SMA IT Yarsi Mataram Meregang Nyawa, Terperosok di Jurang Sempana Sembalun

- Editor

Tuesday, 19 August 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proses Evakuasi korban Dzulpanil Khoiri di Puskesmas Sembalun Lotim

Foto: Proses Evakuasi korban Dzulpanil Khoiri di Puskesmas Sembalun Lotim

LOMBOK TIMUR – Sungguh malang nasib Dzulpanil Khoiri Als Zulpan (16) pelajar yang duduk di bangku kelas II SMA IT Yarsi Mataram akhirnya meregang nyawa setelah terperosok kedalam jurang Sempana Sembalun Lombok Timur saat melakukan pendakian bersama enam orang rekannya. Remaja, asal Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram itu, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya karena terperosok kedalam Jurang sedalam 100 meter, Minggu (17/8/2025).

Dari penuturan teman Sekolah korban, Fathir Arya Ramadhan, (16) warga Dusun Mandar, Desa seruni mumbul Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, kronologi kejadian berawal saat enam orang korban memulai pendakian pada Sabtu 16 Agustus 2025.

Saat tiba di jalur antara Pos I dan Pos II, langkah korban Dzulpanil tiba tiba terperosok kedalam jurang sambil minta tolong sembari memanggil namanya. Ia pun menuturkan posisi saksi sekitar beberapa meter dibelakang korban.

Baca Juga :  Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat

Saksi pun panik, melihat korban sempat berpegangan pada rumput dan bergelantungan di bebatuan tebing lalu kemudian terjatuh ke dasar jurang Sempana Sembalun.

“Karena panik, Fathir dan rekan yang lain sigap mencari bantuan pada pendaki lain. Hingga melaporkan kejadian itu di pengelola Bukit Sempana, hingga Pos penjagaan menurunkan tim evakuasi,” benernya.

Hal itu dibenarkan oleh pengelola Bukit Sempana, Eger Marertra, bahwa proses evakuasi digelar pada pukul 18.00 wita, korban berhasil dievakuasi di jalur ‘Larang Menyerah’ yang menurutnya sangat terjal.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Selimuti Bumi Patuh Karya, BPBD Himbau Warga Waspada Bencana

Ketika tiba di Puskesmas Sembalun, ketua tim medis, dokter Haeratut Tazkiyah, telah memvonis Dzulpanil sudah tidak bernyawa, karena luka yang sangat serius. Seperti patah tulang, robekan di paha dan bahu hingga pendarahan serius di sekujur tubuh korban.

Terpisah, Kapolsek Sembalun IPTU lalu Subadri, berdasarkan informasi anggota di lapangan, korban diduga terpeleset saat turun bersama rombongan.

Sementara, keluarga korban Dzulpanil Khoiri menerima musibah tersebut dengan lapang dada. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan pernyataan penolakan otopsi atas jenazah Dzulpanil.

Kendati demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan para saksi. Khususnya, ke-enam rekan korban.

Berita Terkait

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor
Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa
Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase
Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati
Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat
Solidaritas Untuk John Bala, AMAN Lotim: Bebaskan Pejuang Tanah Adat dari Kriminalisasi
Cuaca Ekstrem Selimuti Bumi Patuh Karya, BPBD Himbau Warga Waspada Bencana
Dibalik Skandal Dana Siluman, LSM Garuda Dorong Aparat Bongkar Dalang Intelektual
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 13 March 2026 - 21:13 WIB

Solidaritas untuk Pasirlangu: Sari Yuliati dan Kosgoro 1957 Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor

Saturday, 28 February 2026 - 18:57 WIB

Terseret Arus dari Lombok Timur, Azril yang Malang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Sumbawa

Tuesday, 24 February 2026 - 22:24 WIB

Bermain Hujan Berujung Petaka, Azril Bocah 4 Tahun Hilang Terbawa Arus Drainase

Thursday, 19 February 2026 - 15:33 WIB

Kemenag Lombok Timur Ambil Langkah Tegas Pasca Pimpinan Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan pada Santriwati

Saturday, 14 February 2026 - 19:48 WIB

Sengketa Lahan di Ekas Buana, LSM Garuda Kawal Proses Hukum, Dorong Musyawarah Mufakat

Berita Terbaru

TRANSLATE

You cannot copy content of this page